Berdiri di Atas Ke-Absahan Undang Undang Dasar 1945 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Sesuai dengan (UU No 40 Tahun 1999) Tentang Pers dan Kode Etik Journalistik Indonesia
Kamis, 30 April 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
Tasikmalaya Akan Hidupkan Lagi Perkebunan Teh
Oleh;Asep Rizal.
Kabupaten Tasikmalaya;
Pada sesi Anggaran APBN-P Tahun 2015 ini ,Dishutbun (Dinas
Kehutanan Dan Perkebunan) Pemkab Tasikmalaya Jawa Barat berencana akan
mengajukan Anggaran bantuan bagi Para Kelompok Tani Perkebunan Teh ditiga (3)
Wilayah Kecamatan dan Wilyah-wilayah Kecamatan yang “Pernah Punya” Perkebunan
Teh sekitar Kabupaten setempat.
Rencana Program yang akan dinami Program Pembaharuan Tanaman Perkebunan
Teh itu adalah diwilayah Kecamatan Taraju ,Bojonggambir dan Kecamatan
Sodonghilir.
“Itu lokasi rencana
program yang Khususnya , karena ditiga lokasi Kecamatan tersebutlah merupakan Perkebunan Teh Asset wilayah Pemkab kita ini
yang terluas dan tetap para petaninya
bertahan melangsungkan pengelolaan usaha
Perkebunan Teh walau hanya ditata dan
dikelola oleh pribadi-pribadi pemilik perkebunan itu sendiri , namun pihak
kamipun akan berusaha memperbaharui lagi
lokasi-lokasi perkebunan teh yang telah
lama ditinggalkan dan tidak digarap secara baik oleh para petani pemilik
perkebunan seperti dilokasi perkebunan teh yang ada dilokasi Kecamatan Cigalontang ,Pagerageung
dan Lokasi-lokasi perkebunan Teh yang telah tidak bergairah lagi karena
alasan-alasan telah menuanya tanaman-tanaman pohon teh dan tidak produktif
menghasilkan pucuk teh yang bagus lagi!”
Hal tersebut dikatakan oleh Hj.Kiki Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan Dan Perkebunan
Kabupaten setempat, ketika penulis menyambangi ruangan kantor barunya yang
terletak dikompleks Perkantoran Setda Pemkab setempat di Singaparna.
“Bu Hajjah” yang satu inipun menyayangkan kepada
tindakan-tindakan para Pemilik Perkebunan Teh yang lokasi perkebunannya telah
disulap jadi Perkebunan Cabe dan tanaman sayuran lainnya , dia berpendapat
bahwa Tanaman Teh beserta akarnya itu mengandung unsure penguat tanah yang sakti melindungi tanah dari ancaman
bahaya longsor,
“Kita buktikan bahwa
pohon Teh itu punya akar unik yang bisa lindungi kekeroposan tanah bila hujan
mengguyur pada tekstur tanah yang
terkatagory labil” Ucapnya.
Diapun sempat menyebutkan bahwa ,pihak pemerintahan Kabupaten
Tasikmalaya seharusnya mengatur perda (Peraturan Pemerintahan Daerah) dan melahirkan perda bagi konservasi alam yang
didalamnya akan mengatur tentang pengelolaan tanah perkebunan yang nantinya
akan berguna bagi antisipasi untuk para petani penggarap lahan untuk tanaman
sayuran “bila dibiarkan begitu saja maka ini sangatlah berbahaya bagi
kelangsungan hidup warga dan alam itu sendiri!” Imbuhnya.
Rencana program yang akan digulirkan itu jelas sangat bagus
bila ditinjau dari berbagai aspek lingkungan hidup , pembaharuan tanaman
perkebunan teh itu harus secepatnya dilakukan karena para pemilik lahan
perkebunan kini terlihat “Lesu &
Tidak bergairah” mengelola perkebunan
Teh itu sendiri.
Karena berbagai alasan para pemilik perkebunan ,kelompok
penggarap dan pekerja perkebunan Teh maka
kini banyak perkebunan itu yang gulungtikar
dan mengganti tanaman perkebunan teh itu
dengan tanaman sayuran yang diakui warga pengelola tanah perkebunan teh sebagai
hal yang “Banyak Untungnya”.
Namun dilain sisi hal
tersebut adalah sebuah tindakan yang akan merugikan bagi penataan alam
khususnya dilokasi 3 Kecamatan yang punya tekstur tanah terkatagory labil
tersebut.
“Sebetulnya pihak pemerintah sangat perduli tentang
keberadaan Perkebunan Teh di beberapa
lokasi wilayah pemkab kita itu, perhatian mendetail tentang
pembahasannya telah dilakukan pihak kami dengan berbagai dinas terkait , bahkan
dorongan akan mengajukan pembaharuan tanaman perkebunan teh itupun atas
dorongan RDTR (Rencana Dasar Tata Ruang) Pemkab Tasikmalaya yang akan
menjadikan Kecamatan Taraju sebagai penciptaan kota baru yang akan
mengedepankan sisi pariwisata alam pada RDTR tersebut!”Ucapnya panjang lebar.
Sekilas pandang ;
3 Wilayah Kecamatan itu (Taraju,Bojonggambir dan Kecamatan
Sodonghilir) adalah merupakan wilayah titik perkebunan Teh yang dulunya punya Sejarah amat panjang tentang keberadaannya ,
kini warga masyarakat petani penggarap,pengusaha perkebunan teh dan orang-orang
daerah yang mengelola Perkebunan Teh tersebut telah kelihatan “Jenuh” untuk
melanjutkan cerita “Usaha” dibidang Pengolahan Teh itu sendiri karena beberapa
sebab ,diantaranya harga pucuk teh murah dan cendrung terus merosot.
Alasan itu disikapi pihak pemerintah Kabupaten setempat ,
melalui dinas terkait para pemangku kebijakan itu menyepakati bahwa turunnya
harga pucuk teh itu karena salah satu penyebabnya adalah telah pada Tuanya
tanaman itu dan belum diganti dengan tanaman baru.
Alasan Clasic-pun muncul dari para pemilik perkebunan dan
kelompok-kelompok tani perkebunan Teh itu sendiri diantaranya, “Ketidaan Modal
bagi memperbaharui tanaman-tanaman Teh dilokasi perkebunannya” salah seorang
Warga Penggarap dan pekerja perkebunan teh berhasil dihubungi oleh penulis
melalui telephone selulernya dia menyebutkan bahwa ,
“ Beralihnya gairah mengelola dan bekerja dibidang usaha Teh
itu bukan hanya murah harga pucuk Tehnya
saja, banyak aspek masalah yang ada pada
lingkup usaha pengelolaan perkebunan teh diantaranya pengelolaan Koprasi dan
kesejahteraan bagi buruh pemetik Teh itu sendiri” Ucapnya.
Dalam hal itu Kepala
Bagian Perkebunan Dishutbun Kabupaten setempatpun menyampaikan rencananya untuk menyentuh
hal-hal yang jadi alasan berkurangnya Gairah para Petani Pengelola dan pemilik
perkebunan Teh diberbagai lokasi Wilayah Perkebunan Kabupaten setempat ,
“ Kami berencana akan membahas dan mengajukan tentang tata
kelola perkoprasian bagi Warga Kelompok Perkebunan Teh , yang penting kita
gairahkan dulu untuk mengelola dan memperbaharui lagi tanaman yang sudah pada
tua dan produksi pucuknya jelek , nah ,,bagi pemerintah mungkin inilah
alasannya kenapa kita berencana akan menggoal-kan Program itu dengan sungguh-sungguh pada
Anggaran APBN-P 2015 ini “ Pungkas Hj.Kiki dengan mimic muka yang serius.
Semoga,,,!
*Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya, (31/01/2015).
Asep Rizal.
Minggu, 07 Desember 2014
"SETUJU ATAS PENGHANCURAN PERAHU-PERAHU ASING PENCURI IKAN?"
Suara Metro Jabar; (07/12/2014)
Perjalanan penulis ke tempat Pantai Pangandaran Jawa
Barat yang lumayan “melelahkan” itu terobati sudah ketika berhasil “mengintip”
salah satu kegiatan penting Warga Nelayan di sana , penulis yang (memang) Awam
tentang kegiatan sehari-hari warga nelayan di Pantai indah Pangandaran yang kini telah depenitif
“Memisahan” diri dari Kabupaten Induknya (Kabupaten Ciamis) tersebut sangat
kental dengan kehidupan Warga Nelayannya di sana.
Salah satu yang terintip dari kegiatan sehari-harinya para
“Istri-istri” nelayan itu adalah sosok sekelompok Wanita yang biasa mencari ikan
dengan memasang jaring “Sered”*Bhs Sunda yang artinya Tarik/Menarik sebuah
barang (Atau Bernama lain dari istilah para Warga Nelayan di Sana-Pen) .
Kegiatan sehari-hari para Wanita pemberani itu penulis
namakan Sered Jaring karena Komunikasi sempat terbatas dengan para Wanita
Pemberani tersebut.
Sered Jaring itu dilakukan sekelompok kecil Wanita-wanita
nelayan di sana (Mungkin Istri-istri
para Nelayan yang suaminya tengah berada di tengah Samudra Indonesia sedang
melakukan Aktifitasnya-Pen) dengan
personil anggota kelompok sekitar 5 Orang wanita warga asli Pangandaran yang
memasang jaring itu di tengah-tengah laut pantai tersebut ketika orang lain
tengah tidur terlelap di Pagi Buta sekitaran jam 03;00 (Pagi) Wib ,
Lalu ketika sang
fajar telah nongol para wanita itu menarik jaring dengan cara-cara sederhana
namun unik bila di amati , kerjasama itu dibangun dengan sangat apik dan
teratur sesuai Ritme deburan Ombak pantai indah pangandaran.
Hasil pendapatan dari sered jaring itu , ketika peminat (Up
to Date) membeli ikan segar yang ada di jaring tersebut sesuai kebutuhan
pembeli ,
Dan transaksi yang up to date itu terjadi di sana karena
kelompok wanita itupun telah membawa (alat)
timbangan gantung ukuran kecil ke arena pekerjaannya/kegiatannya
tersebut , Dan ukuran jumlah harga Pasaran Ikan Laut Segar perkilonya telah sama-sama di pahami
oleh pembeli yang menetapkan harga up to date pula langsung di tempat ,
“Rp.35.000, sekilonya ya,,!” Ucap ketua Kelompok Sered
Jaring itu ketika seorang bapak-bapak warga setempat membeli ikan laut yang
segar itu pagi tadi.
Kesepakatan harga di setujui sudah , dan penulispun langsung
mengambil kesimpulan hebat atas
(Kejadian tersebut) pra-kondisi dari kondisi transaksi tersebut.
“Kita nanti bagi hasil (Persentase uang hasil Jual Beli-Pen) setelah kita lelah bekerja (Sore
nanti) dan kegiatan ini kita teruskan
lagi esok hari,!” Ucapan itu terlontar dari Tetua di Kelompok tersebut ketika
di Tanya bagaimana nanti tata cara pembagian uang hasil dari pendapatan (
keuntungan) dari jual beli unik tersebut?.
Bila kita telisik lebih lanjut lagi , mereka para pencari
ikan dengan cara itu hanya ada beberapa kelompok saja di pantai pangandaran ,
namun yang lebih menariknya lagi tentang kegiatan salah satu element penting
warga Pantai Pangandaran itu dari tata
caranya yang unik atas sikapnya “Mempertahankan” hidup Warga Nelayan dari sekelompok
(Kecil) perempuan-perempuan di sana ,
mereka wanita-wanita pekerja yang gigih itu berbuat sesuatu untuk tetap hidup dan
mengusahan hidupnya ,
Dan penulis sempat
berfikir bahwa “Betul” sekali ucapan Bu Mentri Tuti Pudjiastuti (Mentri
Kelautan Dan Perikanan Kabinet Presiden Joko Widodo) yang terkenal
(Warga Asli Pangandaran) tersebut yang pernah berkata bahwa
“Nelayan kita mesti Kaya Raya , karena hasil laut kita itu
ternyata telah di rampok oleh penjahat-penjahat ikan dari wilayah Negara lain
di tengah samudra Indonesia sana dengan melakukan illegal fhising ,,!”(@;Sumber)
dan penulispun mencoba menyikapi tindakan yang telah terjadi/dilakukan atas “ penghancuran” Kapal-kapal Asing itu telah “Benar & Tepat”
di lakukan oleh Pemerintahan Republik
Indonesia.
Bila kita ulas sedikit saja kata-kata pepatah yang “Sedikit Nyelekit”
di hati kita itu adalah sebuah ungkapan “ Manusia Indonesia itu kelaparan di Atas
Gundukan Padi”.
Kesimpulan Awal;
Wanita-wanita pelaku “Sered Jaring” itu mungkin berharap
banyak atas kegiatan usahanya tersebut , bangun tengah malam lalu memasang
jaring di tengah lautan dengan penataan waktu yang mengerikan “Tengah malam”
dengan cara kerjasama ,
Setelah menunggu
sekitaran 3 jam mereka tertatih-tatih menarik jaring sered itu ketepian pantai dan
berhasil dapat ikan walau dengan jumlah yang biasa (tidak terlalu banyak),
Setelah itu terjadi transaksi jual beli di sana dengan cara
Up to date dengan pembeli yang berminat atas tangkapan di jaring sered tersebut ,
Mungkin kegiatan itu hanya dua kali dalam sehari antara pagi buta
dan siang hari untuk tarikan/ditarik (Sered) yang ke dua kalinya (sesi ke dua)
Dan Uang Rupiah itupun hasil dari menjual ikan laut yang
bergizi dan kelihatan “akan” lezat bila dibakar tersebut di bagi hasilnya
“Kadang kita semua kebagian Rp.70.000,- perorangnya , namun hidup di Pantai
Pangandaran itu berat di ongkos hidup lho,,” Ucapan itu jujur di lontarkan
Wanita-wanita pemberani tersebut kepada penulis yang nyeleneh terus bertanya
(Saking tidak tahunya alias Awam tentang kegiatan Wanita-wanita hebat
tersebut).
Mereka mungkin tidak tahu “di sejauh mata memandang” di
tengah Samudra Indonesia (di sana) itu tengah terjadi penangkapan Ikan
Besar-besaran oleh Kapal-kapal Asing Negara-negara (yang ngaku tetangga) dengan posisinya sebagai
pencuri ikan illegal.
Dan mereka (para wanita pemberani) itu tidak tahu bahwa
haq-nya sebagai Warga Negara Indonesia yang berhaq atas hasil Air ,Laut dan Tanah Bunda Pertiwinya telah di rampas secara tak lazim (alias di
curi oleh orang lain) ,
Lalu para wanita-wanita pemberani itupun Pulang ke Rumahnya
masing-masing setelah membelikan uang hasil jerih payahnya tersebut ke Sembako
(Sembilan Bahan Pokok) beras 1 Kg,lauk pauk sayuran dan macam-macam kebutuhan
sehari-harinya.
Sedangkan di tengah-tengah Samudra Indonesia (di sana) di beberpa Mill jarak dari Pantai Pangandaran itu telah
terjadi transaksi uang ratusan juta
rupiah (bila di ukur dengan nilai tukar uang Indonesia) perharinya.
Kesimpulan Akhir;
Penulis yang ini (aku)
mungkin akan bilang secara langsung “sangat mendukung sekali peledakan
kapal-kapal ikan asing itu , karena kesimpulan itu tidak atas berdasarkan emosi
sesaat saja (barangkali) dan penulis akan bilang kepada para pencuri ikan laut Indonesia ;
“Hai,,,! Enak aja kau
curi Ikan-ikan itu di lautan kami , kau yang nikmati Ratusan Juta Rupiah
perharinya di sana , karena kalian pakai alat-alat modern guna cara maling ikan-ikan laut milik
kami disini,,!! (di Pangandaran) Wanita-wanita Indonesia itu hanya dapat
puluhan ribu saja atas usaha yang
dilakukannya , dan dari tangkapan ikan
laut miliknya (Milik Negaranya) itu
hanya cukup untuk
membeli sembako untuk hidupnya
sehari-hari,,,!”.
Sumber;Kompasiana
& My Zone.
KARYA;
Asep Rizal.
Rabu, 05 November 2014
PRESTASI BAGUS UNTUK PEMBANGUNAN DINAS PERTANIAN DAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA
Photo; Gedung Baru Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kab;Tasikmalaya dalam tahap Pembangunan (docpri)
“Kita sangat gembira sekali , karena Dinas Pertanian Dan
Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya itu akan punya gedung baru , karena jarak
Kantor Dinas yang sekarang masih menempati Gedung Ex-DPRD Kabupaten Tasikmalaya
di Wilayah Kota Tasikmalaya sangat jauh keberadaannya dari kantor kita ,!’
Ucapan itu di lontarkan oleh salah seorang Ketua Kelompok Tani Kecamatan
Mangunreja ketika penulis mencoba meminta komentarnya dari upaya Pemrintah
Provinsi Jawa Barat membangun gedung baru bagi gedung Dinas tersebut.
Hal senada juga terlontar dari Wawancara pihak Media dengan
Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan H.Hendrik “ Ya,,kita tunggu
kepindahan kantor ini ke Lokasi Proyek Pemda Kabupaten Tasikmalaya di
Singaparna sana, mudah-mudahan setelah kepindahan nantinya akan lebih maju lagi
berbagai program usungan Dinas Pertanian ini “ Jelasnya.
Photo; Pelaksana Proyek Anang saputra (docpri)
Seiring waktu berjalan , pembangunan gedung Dinas yang di genjot dengan jatah waktu yang di
tentukan 200 Hari Kalender Kerja itu kini telah memasuki tahapan Akhir dari
pengerjaan , ini merupakan prestasi tersendiri bagi sebuah Rancang bangun
sebuah Mega Proyek sebetulnya , seperti wawancara team Media dengan Shet
Manager PT SUBUR JAYA MUKTI Anang Saputra menyatakan bahwa “ pengerjaan Mega
Proyek ini merupakan proyek terbaik dalam hal hitungan waktu pengerjaan , karena
dari tujuh paket pengerjaan gedung baru Proyek yang di kerjakan pihak kami
adalah merupakan Proyek yang kini hampir rampung pengerjannya ,!” Ucap Anang
ketika bincang-bincang dengan penulis di Lokasi Proyek.
“Seratus Orang pekerja siap pakai di libatkan dalam
pengerjaan proyek ini , untuk lebih memantapkan pekerjaan maka kami libatkan
para pekerja dari tenaga local sebanyak 60%-nya dan 40 % adalah para pekerja
ahli yang di rekrut oleh kami plus tukang – tukang bangunan yang jago-jago
lho,,!” lanjut dia.
Dana Proyek APBD
Provinsi Jawa Barat untuk pengerjaan Gedung Baru Dinas Pertanian Dan Tanaman
Pangan itu sebesar RP.7.703.609.000,- dengan Nomor Kontrak (SPK Kontrak)
641,6/140/SPK-KONTRAK/Pem-Distan/DISTARKIM/2014 dengan tanggal Kontrak 30 Mei
2014 , data tersebut di dapat penulis dari
papan transparansi Proyek yang terpampang di Kantor Direksi PT Subur Jaya Mukti
di dekat Lokasi Proyek pengerjaan.
“Untuk pengerjaan dan suksesnya Proyek ini pak H. Yanto
(Pemilik PT Subur Jaya Mukti-Pen) telah mempercayakan pada kami , doakanlah
semoga pembangunan ini lancar adanya , tidak ada aral melintang dalam
menuntaskan proyek ini ,!” Pungkas Anang dengan nada ceria.(Iwan.K)
GEDUNG DINSOSNAKERTRANS PEMKAB TASIKMALAYA SEDANG DALAM TAHAP PEMBANGUNAN
Photo; Gedung Dinsosnakertrans Pemkab Tasikmalaya sedang dalam tahap pembangunan (Doc/pri)
“Pembangunan Gedung Dinsosnakertrans Pemkab Tasikmalaya yang baru , kini
terus di genjot sesuai dengan ketentuan
yang telah di Tentukan, bangunan yang di Biayai langsung dari Dana APBD
Provinsi Jawa Barat tersebut harus selesai dengan jadwal yang telah di tetapkan
yaitu 200 Hari Kalender Kerja,!” Hal tersebut dinyatakan Aris Pelaksana Proyek
tersebut ketika Bincang-bincang dengan penulis pada hari yang lalu.
Seperti semua Warga Kabupaten Tasikmalaya ketahui bahwa
gedung-gedung Dinas (Leading Sector) Pemkab Tasikmalaya masih menyisakan
gedung-gedung yang belum di pindahkan dari Wilayah Pemerintahan Kota
Tasikmalaya , salah satunya adalah gedung Dinsosnakertrans yang kini masih
berkantor di Ex-Gedung Pemda lama yang ada di Jalan Pemuda Wilayah Kota
Tasikmalaya.
Ketika penulis sempat bincang-bincang dengan beberapa
Karyawan Dinas Sosial Ketenagakerjaan
dan Transmigrasi Pemkab Tasikmalaya mereka hampir serempak berkata bahwa “Mereka
itu telah jenuh dengan keberadaan kantor yang kini mereka diami “ kejenuhan itu
mendasar sekali karena mungkin Gedung Dinas tersebut adalah sebuah gedung
sementara yang dulunya adalah Ex-Gedung Pemda Lama yang keberadaannya telah
tidak resprentatif dengan lagi dengan “Gaya” semangat baru kerja mereka.
Kepala Dinas Dinsostnaketrans Kab;Tasikmalaya H.Zain pun
berkata hal yang sama ketika penulis mencoba bertanya kepadanya tentang suasana
jenuh yang di alami oleh para Karyawan Dinsosnakertrans tersebut, “ Ya,,,kita
tunggu saja pengerjaan Gedung Baru punya kita yah,,semoga suasana lain di
gedung baru nantinya , dengan semangat baru pula dan mudah-mudahan akan semakin memajukan Kabupaten Tasikmalaya
ke depannya,!” Ucapnya dengan nada yang ceria.
Seperti pantauan Team Media kami , Pembangunan gedung baru
Dinas tersebut di lakukan di dalam
Kompleks Pemda Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna , pembangunan yang telah
berjalan hampir 75% mendekati Phinishing pengerjaan telah terlihat nyata ,
dengan mengerahkan tenaga kerja sebanyak 85 Orang itu di kerjakan Oleh PT PURNA
GRAHA ABADI dengan merealisaikan dana Sebesar Rp.9.100.288.000,00 .
Ketika penulis sempat mempertanyakan keberadaan pemilik PT
PURNA GRAHA ABADI pelaksana Proyek menerangkan bahwa “H.Endang –nya sedang
tidak ada di tempat dia telah menugaskan saya untuk terus mengawasi jalannya
pengerjaan Proyek Besar ini ,!” Ujar Aris menuntaskan bincang-bincangnya dengan
penulis. (Iwan.K)
Jumat, 13 Juni 2014
GAUNG PIALA DUNIA 2014 DI INDONESIA TER-REDAM PILPRES
Singaparna,Kabupaten Tasikmalaya:
Piala dunia yang telah memasuki hari keduanya , kini mendominasi berbagai media (cetak,elektronik , online , majalah , stensilan dan lainnya) , berbagai media menyajikan berbagai karakter publikasi , hal tersebut kentara sekali .
Gaung piala dunia khususnya di Indonesia kini "ter-redam" oleh gejolak politik capres-cawapres , hal tersebut di benarkan oleh seorang warga singaparna , yang kini menjabat sebagai ketua Rt.01 kampung bojongkoneng Iing Solihin 58 berpendapat " gemanya piala dunia mungkin pifti - pifti dengan gaung piala dunia , khusus untuk warga singaparna ibu kota kabupaten tasikmalaya" celotehnya.
Demam piala dunia kini belum begitu terasa , karena tahapannya baru di babak penyisihan , namun pembukaan piala dunia yang baru di buka semalam 12-06-2014 sempat ada "efek"-nya , pegawai pemda tasikmalaya tidak biasanya kesiangan , mungkin karena semalam penasaran "mereka melihat , atau nobar pembukaan piala dunia , dan langsung menonton laga perdana kesebelasan Brazil VS Kroasia yang di menangkan kesebalasan tuan rumah brazil dengan skor telak 3-1 .
Salah seorang anggota satpol PP Pemkab Tasikmalaya mengomentari hal tersebut " seharusnya jangan di pakai alasan telat datang ke kantor , apalagi untuk pegawai pemda , karena warga masyarakat yang ingin di layani berbagai kebutuhannya akan terbengkalai " ucap seseorang anggota satpol PP yang tidak ingin namanya di sebut itu.
Di lain tempat , warga cimande desa janggala kecamatan cidolog sempat meng-SMS kepada penulis bahwa dirinya tidak bisa datang ke sebuah acara undangan perkawinan karena "semalam begadang sampai pagi" guna melihat pertandingan perdana pembukaan piala dunia 2014 .
Gaung piala dunia , di prediksi akan semakin kentara "mengganggu" aktifitas ketika memasuki babak semi final ,begitulah prediksi para "Demam" piala dunia menyebutnya.
Rizal.
Piala dunia yang telah memasuki hari keduanya , kini mendominasi berbagai media (cetak,elektronik , online , majalah , stensilan dan lainnya) , berbagai media menyajikan berbagai karakter publikasi , hal tersebut kentara sekali .
Gaung piala dunia khususnya di Indonesia kini "ter-redam" oleh gejolak politik capres-cawapres , hal tersebut di benarkan oleh seorang warga singaparna , yang kini menjabat sebagai ketua Rt.01 kampung bojongkoneng Iing Solihin 58 berpendapat " gemanya piala dunia mungkin pifti - pifti dengan gaung piala dunia , khusus untuk warga singaparna ibu kota kabupaten tasikmalaya" celotehnya.
Demam piala dunia kini belum begitu terasa , karena tahapannya baru di babak penyisihan , namun pembukaan piala dunia yang baru di buka semalam 12-06-2014 sempat ada "efek"-nya , pegawai pemda tasikmalaya tidak biasanya kesiangan , mungkin karena semalam penasaran "mereka melihat , atau nobar pembukaan piala dunia , dan langsung menonton laga perdana kesebelasan Brazil VS Kroasia yang di menangkan kesebalasan tuan rumah brazil dengan skor telak 3-1 .
Salah seorang anggota satpol PP Pemkab Tasikmalaya mengomentari hal tersebut " seharusnya jangan di pakai alasan telat datang ke kantor , apalagi untuk pegawai pemda , karena warga masyarakat yang ingin di layani berbagai kebutuhannya akan terbengkalai " ucap seseorang anggota satpol PP yang tidak ingin namanya di sebut itu.
Di lain tempat , warga cimande desa janggala kecamatan cidolog sempat meng-SMS kepada penulis bahwa dirinya tidak bisa datang ke sebuah acara undangan perkawinan karena "semalam begadang sampai pagi" guna melihat pertandingan perdana pembukaan piala dunia 2014 .
Gaung piala dunia , di prediksi akan semakin kentara "mengganggu" aktifitas ketika memasuki babak semi final ,begitulah prediksi para "Demam" piala dunia menyebutnya.
Rizal.
Senin, 17 Maret 2014
DESA HEGARMANAH KECAMATAN CIDOLOG BERHARAP CALEG TERPILIH NANTI TIDAK BOHONG DENGAN JANJINYA
![]() |
| Photo: Kepala Desa Hegarmanah (Pakai Peci Baju Coklat) ketika menghadiri sebuah Acara.(Doc:AMR) |
Perjuangan untuk menuju Desa yang mandiri dan dikatagorikan maju, bukan merupakan hal yang mudah " Kepala Desa Hegarmanah Hoeruman bertutur kepada penulis dalam siation bincang-bincangnya dalam sebuah acara kebersamaan yang diadakan Pemerintah Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis baru-baru ini.
Hal itu sangat mendasar sekali , sebuah wujud kemajuan yang di idam-idamkan oleh warga masyarakatnya yang 89% adalah Petani dan buruh tani Hoeruman sempat berfikir putar otak "mengupayakan" berbagai kegiatan di Kantor Desanya yang hanya beberapa ruangan dengan pasilitas seadanya dengan gaya bangunan yang sangat sederhana.
Desa Hegarmanah adalah sebuah Desa yang terletak di wilayah Barat Kecamatan Cidolog yang terdiri dari enam Desa yang ada di Wilayah Kecamatan tersebut.
Dalam menyikapi Pilihan Calon Anggota Legislatif mendatang (Tanggal 9-April-2014) Desa tersebut sempat jadi julukan Leadership Partai-partai peserta Pemilu dari 12 Partai yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis , sebagai wujud Desa yang mengutamakan Demokrasi Pancasila dengan nuansa Reformasi maka jajaran Pemerintahan Desa itu , sebagai pembibing para Caleg yang akan manggung di Arena pencalegan pemilu saat ini.
Hoeruman sebagai yang di tuakan di Desa itu sempat melontarkan pernyataannya " kami sangat antusias dengan Panggung Demokrasi ini, dan kami sebagai jajaran birokrasi terbawah hanya sebagai pembimbing para caleg dari berbagai partai yang jadi peserta Pemilu mendatang, dengan catatan jangan hanya janji kami perlu bukti, dengan mengedepankan system yang ada maka kami harap nantinya para Caleg terpilih jangan hanya mengontrol suara partainya saja , seharusnya ada bukti bilamana mereka itu duduk sebagai Wakil Rakyat di DPRD II Kabupaten Ciamis " Ujarnya lugas.
Hoeruman juga sempat memperbincangkan tentang daerahnya yang kaya akan budaya , " Kami punya potensi yang kini belum tergali yakni Wisata Budaya , dengan beragam budaya pasundan maka Desa Hegarmanah kami harapkan sebagai komando seni sunda, dan untuk cita-cita itu kami membutuhkan bantuan pemerintah Pusat dan Daerah untuk mewujudkan cita-cita kami sebagai bagian dari Pemerintahan terbawah di Negara Indonesia" ungkanya.
Dengan segala keterbatasan Pemerintahan Desanya , kini Kuwu Hoeruman-pun mengupayakan Bangunan aula Kantor Desa dengan rencana yang permanent dan megah , darisanalah Hoeruman berfikir logis tentang daya upayanya.
Kami sangat berharap bantuan secepatnya setelah Pileg berlalu, dan mudah-mudahan janji para Caleg yang terpilih natinya tidak bohong,,,!!" pungkasnya.
Minggu, 03 November 2013
IMKASA (IKATAN MASYARAKAT KORBAN AJARAN SESAT AHMADIYYAH ) PERTANYAKAN DANA 1 MILYAR 200 JUTA
![]() |
| Logo Kementrian Agama Negara Republik Indonesia (Sumber:Nett) |
IMKASA (Ikatan Masyarakat Korban Ajaran Sesat Ahmadiyyah) adalah Salah satu Ormas yang di bentuk Pasca "Kerusuhan" yang di lakukan oleh salahsatu Ormas mengatas Namakan Agama yang terjadi di Desa Tenjowaringin yang menyerang Warga Jemaat Ahmadiyyah Desa tersebut , pada Awal Tahun 2013 yang lalu.
SMJ sempat mewawancarai Ketua Harian IMKASA Atang (48) , dalam seasiaon Wawancara sederhana ia Menyatakan " Dalam menyikapi SKB Tiga Mentri yang intinya melarang Ajaran Ahmadiyyah untuk mengembangkan Dakwah Versi mereka yang mengatasnamakan Islam maka kami Segenap Korban Ajaran Sesat Ahmadi mempunyai Wadah jelas dan pada Bulan Oktober yang lalu mendapatkan Bantuan dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) melalui Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dana sebesar 1 Milyard 200 Juta" Ucapnya.
Namun setelah dana itu di terima para Pengurus IMKASA Kabupaten setempat merasa kecewa karena untuk Organisasi itu hanya di menerima Rp.50 Juta , selidik punya selidik ternyata mekanisme penyaluran itu di Prioritaskan untuk berbagai Bantuan yang akan tetap di salurkan sebanyak uang yang di maksud.
SMJ sempat mendatangi salah satu Pejabat Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya Daniel pejabat yang membidangi Anggaran Bantuan itu dan memperoleh keterangan " Untuk IMKASA Sudah di cairkan sebanyak Rp.50,Juta dan untuk MUI (Majlis Ulama Indonesia) Cabang Kabupaten Tasikmalaya Rp.45,Juta dan sisanya menunggu selesainya Perifikasi Pusat tentang Profosal pengajuan yang diantaranya bantuan langsung untuk beberapa Kelompok di Desa Tenjowaringin dan Desa Kutawaringin Kecamatan Salawu " Jelasnya.
Ormas IMKASA-pun sempat terheran-heran dan Mengklaim bahwa Dana yang jumlahnya cukup besar itu seharusnya cair ke Rekening Ketua IMKASA karena menurut Ketua IMKASA Atang , "Ormas kamilah pengusungnya, dan tata cara penyalurannya telah kami susun tapi kenapa koq sekarang hanya jadi pertanyaan yang tak ada jawaban memuaskan " Ucapnya.
Sebagai bagian Wilayah Pelaksana ke Wilayahan,Media-pun sempat mendatangi Kepala KUA Kecamatan Salawu Ana.Suryana dan memperoleh " Mungkin ini hanya Miss Komunikasi saja, dan para Anggota Ormas belum memahami sepenuhnya tentang Tata cara aturan Administrasi Negara tentang Permendagri Nomor 32, dan kami sebagai Ketua KUA Kecamatan Salawu-pun berkewajiban ikut andil dalam merelaisaikan Dana yang di terima terutama bantuan untuk Warga Masyarakat Organ dari Ormas IMKASA itu, dengan membantu peng-Administrasian yang betul-betul sesuai dengan Aturan Dasar Administrasi Negara" Jelasnya.
Kepala KUA Kecamatan Salawu juga mengemukakan tentang Kelompok-Kelompok yang di bentuk di Dua Desa "Untuk Kelompok IMKASA Warga Desa Kutawaringin ada 6 Kelompok dan Untuk Kelompok Desa Tenjowaringin ada 8 Kelompok dan Mudah-mudahan Dana itu cepat cair, hasil dari pengajuan Profosal yang kami bantu membuatkannya" Ucapnya.(Rizal)
ARENA BALAP "PANENJOAN BIKE" DESA TENJOWARINGIN BERKELAS NASIONAL
![]() |
| Photo: Wawan Beke'r Pemrakarsa "Arena Balap Sepeda" Panjoan Bike Desa Tenjowaringin"Doc:SMJ Photo: Design apik salah satu Bagian Track Balap Sepeda Panenjoan Bike (Doc:SMJ) |
Dalam mengelola Aset Tanah Desa (Carik) Desa Tenjowaringin perlu mendapat acungan jempol, dalam hal ini SMJ sempat mewawancarai Wawan Beke'r sebagai Pemrakarsa Panenjoan Bike , ia juga sebagai Ketua Karang Taruna Desa setempat"Desa Tenjowaringin ini mempunyai 10 Hektare tanah carik , yang hanya di manfaatkan oleh Sebagian Warga membangun tempat tinggal , dengan pengelolaan yang minim, dan hanya termanfaatkan sebagian , kami beserta Rekan-rekan di kepengurusan Karang Taruna Desa kami, punya Ideu yaitu membangun "Track Balap Sepeda" dengan pengelolaan yang rencananya telah disusun dengan baik, dan usaha kami kini terwujud jadi sebuah arena balap sepeda yang kami Proyeksikan untuk Event penting untuk Tingkat Regional maupun Nasional" Ucap Wawan dengan Nada penuh semangat.
Merealisaikan rencana sebuah Nama "Panenjoan Bike"-pun di rencanakan dengan matang , dan di serasikan dengan Program Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai Thema Program Gerbang Desa , yang salah satu Pointnya "Memanfaatkan Potensi yang ada di Desa-desa" , dalam hal inipun Wawan punya ideu cemerlang yaitu dengan menciptakan Pariwisata Baru Desa dengan Menjual keindahan Alam yang di miliki oleh Desa tersebut.
Dengan modal seadanya Wawan Beke'r menciptakan "Saung-saung " untuk para pengunjung yang akan menikmati balapan Sepeda di Panenjoan Bike tersebut, dengan Thema Pariwisata Keluarga .
"Kami terus akan mengembangkan Pariwisata di Tanah Carik Desa ini , karena setelah dibuka pada Akhir Bulan Oktober yang lalu , salah seorang Pengunjung dan Peserta Balapan sepeda yang berasal dari Negara Singapura sangat menikmati sekali Nuansa alam yang kami miliki ini" Ucapnya bangga.
Management yang di bangun Panenjoan Bike itupun telah memperkirakan hal-hal yang perlu di lakukan seperti Pertanggung jawaban penanganan Kecelakaan yang di perkirakan akan terjadi mengingat Medan balap sangatlah Menantang , "Kamipun memprediksi tentang bila para Peserta Balap mengalami kecelakaan dengan melibatkan tenaga Ahkli kesehatan yang telah kami Kontek dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya" Lanjutnya pula.
Yang lebih membanggakan dan patut di tiru oleh Desa-desa yang lainnya adalah Rencana yang "Telah di Buat ini" guna menciptakan PAD (Pendapatan Asli Daerah) guna memperkaya Aset Desa Tenjowaringin tersebut , Ketua Karangtaruna yang baru dilantik itupun melanjutkan wawancaranya " kami menciptakan Panenjoan Bike ini , yang paling utama menciptakan PAD Desa kami dan doakan kami , agar kami bisa mengelolanya dengan baik"Jelasnya.
Dalam pembukaan Arena balap Sepeda itupun telah dilakukan pada Akhir Bulan Oktober yang lalu dengan mendatangkan Club-club bersepada Kelas Regional dan Nasional dengan pembukaan yang Gebyar dan Antusias Massa Pengunjung dengan Jumlah yang mencengangkan, Dalam hal ini Kepala Desa Tenjowaringin Abdul Qodir menyampaikan komentarnya " Ribuan orang datang ke pembukaan Panenjoan Bike ini , dan ini bukti nyata kiprah mereka Management Arena Balap sepeda ini berhasil" Pungkasnya.(Rizal)
Selasa, 22 Oktober 2013
KEPALA DESA SUKASARI DI DUGA "SALAHGUNAKAN" WEWENANG DALAM MEREALISASIKAN BERBAGAI PROGRAM PEMERINTAH
Puspahiang,Kabupaten Tasikmalaya:SMJ,Pemerintahan Desa merupakan salah sebuah Lembaga Birokrasi terbawah di Negara kita (Republik Indonesia) , yang jadi Ujung Tombak Pembangunan dan Perealisasian berbagai Program Pemerintah Pusat dan Daerah , sorotan Warga Masyarakat Desa "Kadang-kadang" lebih Tajam ketika permasalahan sekecil apapun terjadi di Pemerintahan Desa " Hal tersebut di Nyatakan Asep.MR Salah seorang Pemerhati Pemerintahan Desa di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya,dalam diskusi "Membahas" tentang adanya sebuah Kasus yang terjadi di Desa Sukasari Kecamatan Puspahiang.
Kronologis "Kasus" yang di duga melibatkan Kepala Desa setempat Atib.Satibi , adalah sebuah Permasalahan yang pelik adanya , karena secara langsung Kepala Desa itu , yang "Meneckle" semua Dana-dana Bantuan ataupun Program-program yang di terima oleh Pemerintahan Desa setempat.Salah seorang Anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Sukasari yang Namanya enggan untuk di Tulis berkomentar " Jangankan untuk hal administrasi , slip Rekening BJB (Bank Jabar Banten)-pun Kepala Desa Sukasari tidak memberikannya kepada Anggota BPD sebagai Wujud Transparansi Anggaran Dana Desa , dan kelembagaan yang di bentuk oleh Pemerintahan Desa Sukasari sendiri , seperti LPM tidak berfungsi sebagaimana mestinya" Ucapnya.
Kabar yang di Dengar dari pantau-an Media , Di Duga Kepala Desa Sukasari Kecamatan Puspahiang Atib telah menyelewengkan Dana ADD (Anggaran Dana Desa) anggaran Tahun 2012,dengan Perincian setengah untuk Infrastruktur seakan di Pinjam dulu dan akan di ganti sebagai Wujud Realisasi Anggaran tersebut , dalam Penerapan ADD Pemkab Tasikmalaya , pemerintah setempat telah mengeluarkan Aturan Dasar Perealisasiannya dari Pencarian Program berkala Tiap tahun yang di di terima oleh seluruh Desa yang ada di Kabupaten itu , di Antara ketentuan dari Pencairan Dana Rp.65,Juta itu adalah : Rp.5 Juta untuk Mitra Cai,Rp.5 Juta Untuk UEP (Usaha Ekenomi Perdesaan) 5 Juta untuk Administari Pihak lembaga Desa dan Rp.50 Juta untuk Program Infrastruktur yang di titik beratkan untuk Sarana Jalan perkampungan di Wilayah Desa-desa bersangkutan.
Yang terjadi di Desa itu ternyata tidak dilakukan sebagaimana mestinya , salah seorang Warga Desa Sukasari menyatakan " Boro-boro sampai anggaran itu, paling-paling setengahnya juga sudah untung , dan saya siap jadi saksinya" Ujarnya dengan Nada berapi-api.
Pihak BPD Setempat sempat menanyakan hal itu dalam sebuah Rapat Resmi BPD Desa Sukasari guna mengklarifikasi kesimpangsiuran Perealisasian Program ADD Tahun 2012 yang lalu , sekitar Tanggal 11 -12 -13 September Pihak BPD Desa itu, meminta pertanggung jawaban Kepala Desa Sukasari atas Transparansi berbagai Anggaran Program (ADD ,Raskin "Beras Miskin"(Dua kali Periode Pengiriman Bulan September dan Oktober) Dana Aspirasi anggaran Tahun 2013 dan Dana Pemerataan yang di Terima oleh seluruh Wilayah Desa di Jawa Barat sebesar Rp.100 Juta yang di duga Perealisasiannya tidak Jelas dan cendrung ada permasalahan) ,Bersambung:**************(Team)
Jumat, 18 Oktober 2013
BIRO TASIKMALAYA "IKUT RAMAIKAN ACARA HUT SUARA METRO JABAR KE-02
![]() |
| Photo: Crue Wartawan SMJ Biro Tasikmalaya photo Bersama sebelum Acara di Mulai |
![]() |
| Photo: Crue Wartawan Suara Metro Jabar Photo Bersama di Halaman Gedung Acara sebelum Acara di Mulai (Doc:SMJ) |
Silaturrahcmi Crue Suara Metro Jabar Kabiro Tasikmalaya (Kota & Kabupaten) ke Kantor Pusat SMJ di Soreang Kabupaten Bandung pada HUT Suara Metro Jabar ke-II yang jatuh pada Tanggal 17/10/2013 menyisakan sejuta Kenangan yang tidak dapat di lukiskan " hal tersebut di nyatakan Kepala Biro Tasikmalaya (Kota/Kabupaten) Engkos Sutrisno.
Ada hal yang harus terus di Pelihara yaitu , ke-eratan hubungan ini harus terus di Pupuk jadi sebuah kegiatan Rutin yang harus di lakukan " Ucap Oos Romli atau yang akrab disapa Wa Jabrig salah seorang Kepengurusan Pusat Media Suara Metro Jabar.
Media Suara Metro Jabar adalah sebuah Media Mingguan yang kini telah harum di kenang Warga Masyarakat Jawa Barat , sebagai bagian Kiprah Lembaga Journalis dalam melegitimasi UU No 40 Tahun 1999 Media ini telah pantas menancapkan "Taringnya" Khususnya di Wilayah Jawa Barat " Ungkapan itu tertuang dalam Pidato Resmi Pimpinan Perusahaan Media Suara Metro Jabar H.Ahmadi pada Pembukaan Acara Peringatan HUT Suara Metro Jabar yang Ke-II yang mengambil tempat di Sebuah Rumah Makan yang terletak di Kampung Ciherang Kecamatan Banjaran Bandung.
Acara yang terbilang "Wah" itu sempat di Meriahkan oleh H.Ikang Fawzy yang pada Pileg yang Akan datang mencalonkan diri untuk "Tandang" di Tingkat Provinsi Jawa Barat dengan di Usung oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
Acara HUT SMJ itupun sempat di Hadiri oleh beberapa Orang Pejabat Pemkab Bandung yang di Motori oleh Wakil Bupati Bandung .
Hadir Pula atas Undangan Resmi Pihak Media Suara Metro Jabar salah satu Perwakilan Polres Bandung yang ikut "Ngareugreugkeun" Perhelatan Acara Akbar Media Mingguan SMJ tersebut.
Perwakilan-perwakilan Kabiro dari Berbagai Wilayah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat pulang ke tempatnya masing-masing dengan berbagai Bekal "Semangat" yang di peroleh dari HUT Media Mingguan Suara Metro Jabar yang ke-II , guna meneruskan Perjuangan menegakan Keadilan untuk Bumi Pertiwi (Indonesia) melalui Media yang kini mulai di Kenal Warga Masyarakat Jawa Barat .(Rizal)
Minggu, 06 Oktober 2013
ELIT MENANG DALAM PILKADES SIRNASARI KECAMATAN SARIWANGI
![]() |
| Photo: Warga Desa Sirnasari merangsek masuk walaupun dilarang ke pintu gerbang SDN Sirnasari ketika berlangsungnya Pengumuman Surat suara (Doc:SMJ) |
![]() |
| Photo: Kepala Desa terpilih Pilkades Sirnasari Kecamatan Sariwangi Elit Popo.(Doc:SMJ) Photo: Ketika Panitia akan Mengumumkan Surat suara (Doc:SMJ) |
Pilkades Sirnasari Kecamatan Sariwangi berlangsung hari Minggu (06/10/2013) dengan Aman dan terkendali .
Pilihan Kepala Desa tersebut di lakukan di Halaman SDN Sirnasari , Warga sangat terlihat antusias melaksanakan Pilihan terbukti dari 3738 Haq pilih yang Hadirnya sekitar 70% sesuai Standarisasi aturan Pemilihan.
Acara itu di Akhiri Pukul 13:00 Wib dan di teruskan dengan Penghitungan surat suara Sah , pengumuman hasil perolehan Suara dilakukan oleh Camat setempat Soni (52) dengan Hasil pengumuman sebagai berikut : Nomor Urut 1.Saeful Uyun 118 ,No.2.Agus Sukayat 68.No.3.Agus Abdul Malik 841 No.4.Elit Popo 1101 dan Nomor Urut 5.Ahmad Suryana 228 Surat suara sah.
Dengan perolehan Suara sah maka Elit Popo mutlak jadi pemenang Desa Sirnasari Kecamatan Sariwangi untuk Periode 2013-2018.
Dalam pelaksanaan pengumuman hasil suara sempat terjadi Insiden kecil , yakni pendobrakan Pintu gerbang Pagar Sekolah SDN Sirnasari , oleh Warga masyarakat yang ingin mendengar dan melihat secara langsung penghitungan surat suara yang biasanya di umumkan melalui pengeras suara , namun dengan pengaturan Mekanisme penghitungan cepat oleh Panitia sebelas maka Mekanismenya seluruh Kotak suara dari lima orang Balon Kades tersebut di hitung dengan cara bersamaan dengan saksi dari masing-masing Balon mengetahui dengan pendamping pihak Koramil dan Kapolsek setempat sebagai pengawal , warga yang tidak sabar ingin mendengarkan secara langsung pengumumannya tidak di perbolehkan ,masuk mendekati Panggung utama, terjadilah insiden perusakan gerbang Sekolah Dasar dimana Acara tersebut berlangsung , dengan sigap Para Pengawal keamanan Acara Pilkades (Polsek dan Koramil) Kecamatan Sariwangi cepat mengamankan acara dengan membuka gerbang gapura Sekolah , setelah Warga masyarakat masuk baru suasana reda dan tidak ada Suara gaduh yang sebelumnya terjadi.
Ketua Panitia sebelas Ade S menyampaikan penjelasan kepada Media tentang akan "Bertanggung Jawabnya" pihak Panitia Acara Pilihan Kepala Desa untuk Pintu Gerbang yang jebol , ia pun melanjutkan kata-katanya" Paling-paling kami harus mengelas pintu gerbang itu agar persolanannya bisa Clear secepatnya" Jelasnya.
Jumat, 04 Oktober 2013
DANA WARDIANA" SIAP TANDANG MAKALANGAN" DALAM PILKADES KARANGNUNGGAL
![]() |
| Photo: Dana Wardiana Calon Nomor Urut 2 Pilkades Karangnunggal , Motho "Karangnunggal Bangkit Menuju Perubahan"(Doc:SMJ) |
![]() |
| Photo: Lambang Asosiasi Para Kepala Desa (Doc:SMJ/Nett) |
![]() |
| Photo:Dana Wardiana Nomor Urut Dua Pilkades Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal (Doc:SMJ/Nett) |
Pilihan Kepala Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal , akan di lakukan Tanggal 20-10-2013 yang akan Datang , dengan Lima (5) Orang Calon Kepala Desa yang telah di tetapkan Oleh Panitia se-Belas (Istilah sebutan Nama Team panitia Penetapan Calon) pada Waktu yang lalu.
Media sempat mewawancarai Calon Kuat dalam Arena Pemilihan Kepala Desa tersebut Dana Wardiana (48) dengan Nomor Urut Dua (2) meyakinkan pengukuhannya sebagai Calon Kepala Desa setempat , dalam Bincang-bincang singkatnya Ia menyatakan " Saya maju ke Arena Pilkades Desa Karangnunggal sebagai Wujud keinginan Saya untuk memajukan Desa ini , sebagai Desa termaju dalam berbagai bidang Pembangunan" Tuturnya.
Track Record Dana. W , tidak main-main dan nyata telah di buktikan dalam bersikap "memajukan" Desa itu , diantaranya Mengusahakan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan PSU (Penerangan Sarana Umum) di Wilayah Desanya , dengan menghubungi Beberapa Dinas Terkait tentang Program tersebut dan berhasil kini PSU/PJU di Wilayah Desanya telah di manfaatkan Warga Masyarakat.
Dana -pun melanjutkan bincang-bincangnya " Diantara bekal nyata saya mengabdikan Diri di Masyarakat adalah Membangun Jalan untuk Sarana Umum yaitu Merealisasikan pembangunan akses jalan ke TPU (Tempat Pemakaman Umum) di Kampung Manjor , dengan biaya Sendiri dan Swadaya Masyarakat dengan menghabiskan Dana sekitar Rp.25 Jutaan" Ujarnya dengan Nada Rendah Hati.
Sebagai wujud Pengabdian yang telah di lakukannya Calon Urut Nomber Dua dalam pemilihan itu berharap " Mudah-mudahan hal tersebut jadi Bekal saya untuk mengembangkan Desa Karangnunggal yang lebih maju dan saya Punya Motho "KARANGNUNGGAL BANGKIT MENUJU PERU BAHAN",Ujarnya dengan Nada mantap.(Rizal)
Rabu, 02 Oktober 2013
KELUARGA AEP MERADANG DENGAN KEMISKINAN YANG MENDERA KELUARGANYA , PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS "TAK CEPAT TANGGAP,,!!"
Ironis ,,,!!! di tengah hiruk pikuk tentang "Uang Sogokan" kepada Mahkamah Konstitusi yang berjumlah Milyaran Rupiah ,Aep dan Eti (Pasangan Suami/Istri) Penduduk Kampung Sukalillah (Cimande) Desa Janggala Kecamatan Cidolog hidupnya bingung untuk menghasilkan Uang , ketika Media berkunjung ke Rumahnya yang tepat di sebut Gubug Reyot itu Ia (Aep 43 Tahun) Suami dari Eti (41) mengungkapkan keluh kesahnya "Saya bingung ketika Andri (Pemuda Tanggung berumur 17 Tahun Anak Sulungnya yang mempunyai Penyakit aneh) meminta sesuatu,dan saya sebagai Buruh serabutan kadang Punya uang kadang tidak sama sekali" Tuturnya.
Andri Anak sulung Aep dan Eti telah lama menderita sakit "Ingatan" dengan katagori penyakit Aneh yang sampai sekarang belum terdeteksi Penyakitnya tersebut karena ketidak adaannya biaya yang di miliki pasangan Suami / Istri tersebut. Penyakit aneh yang di derita Andri adalah Lupa kepada Nama-nama Kerabat dan kepada Teman-temannya bahkan Andri-pun kadang lupa akan Nama Emak dan Bapaknya , untuk berganti pakai-an pun Andri kadang tidak mau , Eti (Emaknya) mengungkapkan perasaannya kepada SMJ " pakai-an yang sekarang di kenakannya itu telah tiga bulan tidak di ganti karena Andri tidak mau dan kalaupun di paksa akan di ganti dia menampakan Wajah Marah , dan saya takut Andri kabur gara-gara di paksa ganti baju nantinya" Ungkapnya.
Eti-pun melanjutkan keterangannya " Anak saya sakitnya telah lima Tahun , awal mulanya sakit aneh yang di deritanya ketika Anak saya itu mencoba Terjun ke Jurang curam dan pendarahan di Kepala waktu itu dan sampai saat ini belum sebuh-sembuh dari mana kami untuk mengobatinya karena kami tidak Punya Uang" lanjutnya.
Keberadaan keluarga mereka sangatlah menghakhawatirkan , dengan tempat tinggal yang jauh dari tetangganya "Gubuk" itu didirikan sekitar Tahun 1998 yang lalu , jarak dari Rumah tetangganya kurang lebih 700m tepat di ujung Kampung Sukalillah (Cimande) , dalam hal ini Kepala Dusun Kampung setempat Asep Kamil (43) mengomentari keberadaannya " Upaya menaggulangi kehidupan Keluarga itu telah di upayakan dengan cara mengajukan Perbaikan Rumah untuk Program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) melalui pemerintah Desa Janggala untuk di lanjutkan ke Dinas Intansi Terkait Pemkab Ciamis , namun sampai saat ini belum terealisasi " Ungkapnya.
Salah seorang Penduduk Kampung Sulakillah Nurdin (35) berpendapat " Aep dan keluarganya bukanlah Keluarga Pemalas, dan kelihatan mereka Gigih bekerja jadi Buruh Tani untuk kebutuhannya sehari-hari , dan bila mereka di Modali untuk Berdagang Warungan mungkin tepat sekali dan apalah di kata Nasib belum berfihak kepada Keluarga itu dan mudah-mudahan ada yang membantu, terutama dalam Menanganani Andri (Anaknya) yang lagi sakit aneh itu" Jelasnya penuh harap.
Pemerintah Kabupaten Ciamis haruslah cepat tanggap dalam menyikapi hal yang demikian , karena tanpa ada upaya membantu Kehidupan Warga Masyarakat yang demikian (Susah) maka Kewajiban Pemerintah mengarahkan dengan Kebijakan Pemerintah yang Pro-Rakyat maka akan membantu menstimulus Warga Masyarakat yang kerepotan dengan Hidup dan Penghidupan .(Rizal)
Senin, 30 September 2013
IIK JAMALUDDIN MALIK "SIAP TANDANG JADI CALEG PKB DAPIL 7 DENGAN SEGUDANG PENGALAMAN DAN PENGAMALAN
![]() |
| Photo: Iik Jamaluddin Malik Caleg PKB DPRD II Kabupaten Tasikmalaya untuk Wilayah Dapil 7 .(Doc:SMJ) |
"Saya sangat perduli tentang Dunia Pendidikan di Tanah Air kita , dan nyata telah kami upayakan di Tempat saya ini untuk Menstimulus Orang-orang yang paling dekat dengan saya untuk menyelenggarakan Pendidikan yang berbasis Keagamaan dengan tanpa mengesampingkan Pendidikan Formal" Hal tersebut dinyatakan Calon Legislatif dari Partai PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)H.Iik Jamaluddin Malik Nomor Urut Satu (1) Wilayah Saerah Pilihan (Dapil) 7 yang melingkupi Wilayah Kecamatan Salawu,Puspahiang,Taraju,Sodong dan Kecamatan Bojonggambir.
Pernyatan Iik Jamaluddin Malik itu tidak hanya isa[pan Jempol semata,sebelum berkecimpung dalam Dunia Perpolitikan ia-pun terus memperjuangkan Pendidikan yang berbasis Kerakyatan yang di buktikannya mendirikan Sekolah Madrasah Formal bersama dengan Keluarga dekatnya di Wilayah Desa Karangmukti Kecamatan Salawu.
Dalam menyikapi tentang Pembangunan Berbasis Kerakyatan Caleg yang akrab di sapa Kang Iik itu berpendapat" Perjalanan pembangunan di Pedesaan saya lihat masih telat , dan perlu menstimulus kembali agar Warga Pedesaan di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya giat kembali bekerja dan kembali ke penghidupannya semula yaitu menekenuni Pertanian , dan sikap saya telah di lakukan membagikan Peralatan (Perkakas) untuk bertani seperti , Membagikan Cangkul,Parang,Kored, untuk 1000-an Warga Petani dan Alat-alat yang lainnya, karena bila saya lihat keinginan berbagai kalangan dan segala aktifitas itu harus di tunjang dengan peralatan yang memadai"Lanjutnya.
Iiik Jamaluddin Malik -pun bertutur tentang Semangatnya untuk jadi Calon Wakil Rakyat di Pilihan Anggota Legislatif DPRD II Kabupaten Tasikmalaya diantaranya ingin "Memajukan Pertanian,Pendidikan,dan meningkatkan taraf hidup kaum Miskin dan ingin membantu memecahkan Persoalan Pembangunan Pemerintah Desa yang cendrung lamban.
Ketika Media SMJ mencoba meminta Komentar dari salah seorang Kepala Desa tentang Kiprah Kang Iik tersebut, Kepala Desa Jahiang Kecamatan Salawu menyatakan" Saya pribadi telah mengenal beliau dan Al-hamdulillah bila kang Iik akan terus maju maka Do,a dan harapan saya semoga bisa membawa Amanah Warga lebih baik lagi , karena selama ini memang secara Pribadi dia itu orang yang Perduli tentang Pembangunan di Desa-Desa" Pungkasnya.(Rizal)
Minggu, 29 September 2013
WARGA CIDOLOG TAGIH JANJI BUPATI CIAMIS TERPILIH
Akses Jalan Raya yang menghubungkan dua-ke Kabupatenan (Kabupaten Ciamis - Kabupaten Tasikmalaya) antara Wilayah Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog (Kab:Ciamis) dan Wilayah Desa Rajadatu Kecamatan Cineam (Kab: Tasikmalaya) hancur Total.
Hal tersebut menimbulkan berbagai macam reaksi "Cemoohan" para Tokoh Masyarakat dari ke dua Wilayah Kabupaten tetanggaan tersebut, berbagai reaksi yang mengemuka , antara lain pembicaraan tentang janji-janji Para calon Bupati Ciamis ketika melakukan Kampanye-nya sewaktu menjelang Pemilukada Kabupaten Ciamis tahun ini (2013) , Wawan salah seorang Pentoalan Pemuda Desa Hegarmanah mengomentari hal tersebut" saya sangat mengharapkan bukti nyata (realisasi) janji-janji "Bupati Terpilih" untuk membuktikan tentang perbaikan Akses jalan penghubung antara Wilayah Kecamatan Cidolog sampai perbatasan Jalan Kabupaten Tasikmalaya di Wilayah Desa Rajadatu Kecamatan Cineam (Kabupaten Tasikmalaya-Red), karena Warga masyarakat sangat terganggu aktifitasnya ketika melewati jalan itu, dan bila Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak memperdulikan hal ini , kami khawatir akan menimbulkan pandangan buruk terhadap kinerja Pemerintahan Kabupaten Ciamis itu sendiri , karena dari Buruknya penanganan perbaikan Infrastruktur Jalan itu akan merubah berbagai paradigma pandangan Politik dan akan menghalangi aktifitas Warga masyarakat pengguna jalan "Tuturnya.
Seperti pantauan SMJ di lapangan jalan yang dulu di aspal Hot Mix tersebut kini telah berubah jadi Jalan dengan hamparan bebatuan dan aspal Hot Mix-nya sama sekali telah hilang dan berubah jadi Debu-debu pasir , sangat kentara sekali rusaknya jalan itu terutama ketika hujan mengguyur daerah itu,suasana jalan rusak itu di rasakan para pengguna jalan "Bak Berjalan di Atas lapangan Off Roader" begitulah Warga menyikapi keberadaan jalan yang kini hancur tersebut.
Infrastruktur jalan dengan panjang sekitar 9 Km dari Mulai Perbatasan Wilayah Kecamatan Cineam (Kab: Tasikmalaya) sampai Pasar /Terminal Kecamatan Cidolog (Kabupaten Ciamis) nyaris tidak ada sejengkalpun yang terlihat bagus , semua badan jalan telah hancur berantakan , Warga Desa Janggala Ucu Walet (38) menyatakan " alangkah teganya Pemerintah Kabupaten Ciamis bila Akses jalan ini tidak segera di Perbaiki, dan kami himbau kepada Bupati terpilih Pilkada Periode Tahun ini secepatnya bertindak nyata bukan hanya janji-janji semata" Ujarnya.
Demikian pernyataan-pernyataan Warga yang terlontar itu sebagai Wujud harapan-harapan Warga itu sendiri dalam rangka bersikap tentang keberadaan Jalan di Wilayahnya tersebut , Kepala Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Hoeruman (38)
ikut pula berkomentar" Saya kira Warga Masyarakat Desa Kami menginginkan pembangunan Infrastruktur jalan itu dengan secepatnya , dan bisa di maklumi tentang berbagai komentar-komentar warga yang sedikit "Pedas dan runcing" karena hampir 8 tahun ter-akhir ini Infrastruktur di Wilayah ini belum mengalami perbaikan , dan memperoleh Dana langsung guna mengerjakan jalan Protokol yang Strategis ini" Pungkasnya.(Rizal)
Kamis, 26 September 2013
DESA TAWANGBANTENG GANDENG PENGUSAHA PRIBUMI BANGUN PASAR DESA
![]() |
| Photo : Kepala Desa Tawangbanteng Kecamatan Sukaratu Dadi.S (Doc:SMJ) Photo: Bangunan Pasar Desa Tawangbanteng hasil "Menggandeng Pengusaha Pribumi" Mudah-mudahan jadi PAD -Desa "(Doc:SMJ) |
Pemerintah Desa Tawangbanteng Kecamatan Sukaratu bekerjasama dengan Pengusaha pribumi membangun Pasar Desa," Hal tersebut di nyatakan Kepala Desa Tawangbanteng Dadi.S ketika di temui SMJ di Kantor Desanya baru-baru ini.
Cita-cita Pemerintah Desa itu , terealisasi kini dengan Tujuan yang pasti , yakni mengembangkan Potensi Desa yang ada sebagai Wujud Pemerintahan Desa yang membangun beragai Usungan Program demi menunjang Program Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya (yang berthema-kan Program Gerbang Desa).
Dadi pun berpendapat "Bila Pasar ini telah berkembang lebih jauh , maka tujuannya akan segera ter-realisasikan , yakni pendapatan (PAD-Desa Tawangbanteng) dari Program yang Real dan berkesinambungan " Tuturnya.
Desa itupun terus mengembangkan berbagai Bantuan "Skala Prioritas" seperti Program Bantuan per-Tahunnya seperti merealisaikan Dana
ADD (Anggaran Dana Desa) Program Tahun 2013 ini yang di terima langsung Oleh Pemerintah Desa tersebut , ADD yang di terima Pemerintah Desa Tawangbanteng di terapkan pada pembangunan Kirmir (Pengairan) dan Pengaspalan Jalan lingkungan sepanjang 400m yang di terapkan di Kampung Tawangbanteng.
Warga Tawangbanteng Ipin (50) mengomentari Program Pengaspalan dari Dana ADD itu" Mudah-,udahan program ADD Tahun Depan jalan Kampung ini akan di lanjutkan,da untuk Program ADD Tahun ini alhamdulillah ,telah kami rasakan kemangfaatannya" Ungkapnya.
Dadi-pun berharap dalam Tahun ini Anggaran Bantuan perbaikan Kantor Desa Tawangbanteng segera di Cairkan "Pemerintah Desa Tawangbanteng telah mengajukan Profosal bantuan Pembangunan /Perbaikan Kantor Desa dengan Prioritas Pembangunan GOR (Gedung Olah-Raga ) , dan mudah-mudahan dapat segera terwujud" Pungkasnya dengan Nada penuh harap.(Rizal)
Rabu, 25 September 2013
KETUA K3S UPTD PAGERAGEUNG: KEBERATAN DENGAN WARTAWAN ABAL-ABAL
![]() |
| Photo: Ombi,Spd Ketua K3S UPTD Pendidikan Kecamatan Pagerageung.(Doc:SMJ) |
Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) UPTD Pendidikan Kecamatan Pagerageung Ombi ,Spd (61) Keberatan dengan ulah beberapa oknum yang mengatas Namakan Wartawan , hal tersebut terucap ketika SMJ mencoba menemui Kepala Sekolah "Sepuh" itu di Kantornya SDN Puteran 1 Kecamatan Pagerageung.
Namun Ombi -pun menyampaikan pendapatnya pula ," Tapi apabila Tugas Journalistik Indonesia yang di embannya
dan yang mengutamakan Kode Etik Journalistik , saya pribadi merasa terbantu dengan keberadaan Wartawan yang demikian, karena tanpa Mereka (Wartawan-Red) maka kami semua tidak bisa mendapatkan Informasi yang baik " Ujarnya.
Kepala Sekolah yang jadi Pinisepuh para Kepala Sekolah di ke-UPTD-an Kecamatan Pagerageung itupun menyampaikan pendapatnya tentang Prestasi Anak-anak Didik Sekolahnya " SDN Puteran 1 ini merupakan sebuah Sekolah sederhana , dan alhamdulillah dari Jumlah 153 Murid(Pa/Pi) telah banyak Prestasi yang di capai Sekolah itu , dan atas bantuan Guru-guru yang terdiri dari 7 Orang Pegawai Negri Sipil dan 3 Guru Honorer Sekolah yang amat sederhana ini banyak mengeluarkan Siswa/i yang berprestasi dan mendapat Rengking di Sekolah lanjutannya (SMP & Sederajat-Red)" Pungkas Ketua K3S.(Rizal)
PULUHAN RIBU BIBIT UNGGUL TANAMAN HUTAN ADA DI GAPOKTAN BALEBAT SALAWU
Salah satu Kiprah Asosiasi Gapoktan Kecamatan Salawu , diantaranya mempersiapkan Bibit Unggul tanaman hutan produktif yang di prakarsai Atang (61) yang dengan tekun terus mengembangkan ribuan tanaman pohon Holtikultura di Persemaian Kelompok Tani Balebat yang beralamat di Wilayah Kampung Penclut Desa Neglasari Kecamatan setempat.
Bibit Tanaman Hutan unggulan yang sekarang telah di kembangkan Atang itu diantaranya ,Bibit Kayu Alba,Ganitri,Suren,Kopi Robusta dan Bibit Tanaman Hutan Produktif lainnya,kegiatan Gapoktan Balebat itu telah lama berkiprah dalam mengembangkan berbagai Bibit Kayu unggulan , di mulai sekitar Tahun 1991 Gapoktan tersebut berusaha mengembangkan berbagai pengalamannya dalam menekenuni usaha Produktif berkesinambungan dengan mengedepankan berbagai Program yang telah di rencanakan dengan matang dengan Ilmu Pertanian tingkat tinggi dan pengelolaan yang tidak asal tanam ,kerjasama yang baik dengan Anggota Kelompok yang berjumlah sekitar 60 Orang (Petani Pria dan Wanita) dan memberdayakan para Pengagguran yang di bina dengan sungguh-sungguh dengan cara System Kekeluargaan , telah terbukti kiprah Gapoktan Balebat tersebut mendapatkan bentuk Penghargaan Resmi sekitar Tahun 1994-1995 dari Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya sebagai Gapoktan yang berprestasi (sewaktu H.Adang Rosman menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya) dan pada Pertengahan Tahun 2001 Atang-pun sempat menerima penghargaan dari Mentri Kehutanan , dalam hal ini Atang yang sekarang di Percaya sebagai Ketua asosiasi Gapoktan Kecamatan Salawu menyatakan " kiprah kami ini , semoga dapat bermanfaat bagi segenap Manusia di Dunia " Jelasnya.
Prestasi yang di raihnya tersebut telah jelas bahwa Gapoktan Balebat adalah sebuah Kelompok Tani Unggulan dengan daya upaya yang maksimal , dalam pada itu Atang-pun melontarkan keinginannnya yang kini belum terwujud , menurutnya " Keberadaan Kelompok Tani yang telah menyebar menyebabkan harga Bibit berfariasi dan sangat mengganggu pada stabilitas Harga , para kelompok Tani yang mempunyai Bibit tanaman ada yang menjual terlalu murah , dengan berbagai alasan para Pengelola Bibit terpaksa menjual Bibit Tanaman Hutan dengan harga yang sangat murah , dan itu jelas merugikan kita semua, keinginan saya dalam mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan Management dengan cara Penjual Bibit di "Satu Pintu-kan" jadi dinamika harga bisa di atur agar tidak merugikan Gapoktan yang lainnya" Jelasnya panjang lebar.
Dengan berbagai halangan dan Rintangan menekuni jenis Usaha yang di kelola atas Nama Kelompok Tani tersebut , Atang mengharapkan "Bantuan yang nyata dari Kementrian Pertanian dan Kementrian terkait , diantaranya membangun sarana kesekertariatan yang di didirikan di Dua Belas Desa yang ada di Kecamatan Salawu" Pungkasnya.(Rizal)
Senin, 23 September 2013
ALUN-ALUN SINGAPRANA DI PUGAR
![]() |
| Photo: Sudut alun-alun Singaparna "mungkin akan jadi kenagnan Warga Singaparna dan kini akan berubah ",(Doc:SMJ) |
Pemugaran alun-alun Singaparna kini sedang di lakukan, alun-alun legendaris itu kini bakal tiada , rencana itu tertuang sebagai bukti Realisasi tahap pembangunan kawasan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya yang di rencanakan jauh-jauh hari.
Alun-alun Kota Singaparna yang berdiri sekitar Tahun 70-an dengan Kronologis , sebagai Pasar dan Terminal Kota Kecil itu pada Zamannya , dan seiring perubahan Struktur Kota dan perubahan pembangunan yang terjadi pada masa-ke masa Aloen-aloen itu berubah jadi Taman Kota Kecamatan Singaparna.
Pemugaran tersebut berjalan sesuai dengan draf Tata-tata perencanaan yang di Keluarkan berdasarkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Dinas/Intansi terkait di lingkungan Pemerintah setempat, dan pengerjaannya di Kerjakan oleh CV-CV Rekanan yang telah melakukan tahapan lelang dan sebagainya.Rencana yang tertuang sekarang ini adalah "Menyulap" alun-alun jadi Jalan tembus , yang dulu melingkar dan sering terjadi kemacetan di hari-hari tertentu dan jam-jam tertentu seiring perubahan Aktifitas Warga Masyarakat Singaparna yang kini jadi Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya.
Seperti di ketahui sebelum terjadi pemugaran alun-alun Kota Singaparna itu ,salah satu sebab sering terjadinya Kemacetan jalan itu di karenakan setting tata ruang Alun-alun telah tidak representatif dengan kemajuan Kota Singaparna yang perlahan tapi pasti jelas berubah , bahkan perubahan itu cendrung cepat dan mengagetkan semua pihak, apalagi setelah Kota Singaparna berubah Status jadi Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya di Akhir 2010 yang lalu.
Pemugaran tersebut pun merupakan salah sebuah ciri kemajuan Kota Singaparna dalam menata Kotanya, karena hal tersebut banyak yang mendukung , berbagai Element Masyarakat Singaparna beranggapan , Setting Alun-alun jadi Jalan Utama adalah telah Pass di lakukan , dan keberadaan Alun-Alun yang dulu jadi tempat Wisata Warga sekitar ketika memasuki Hari Libur Sekolah dan Hari-hari libur Nasional yang lainnya Warga masyarakat Kota Singaparna sering melakukan kegiatan Hiburan (jalan-jalan) sebagai pelepas kepenatan hidup dalam rentetan perjalanan kerja Warga Singaparna.
Dan Alun-alun itu sering jadi Pasar Kaget bagi para Pedagang Kecil dan pedagang Asongan memanfaatkan Moment Liburan Warga yang kadang berdatangan dari Daerah Tetangga wilayah Singaparna seperti dari Wilayah Leuwisari,Sariwangi,Sukarame , Mangunreja dan Wilayah-wilayah terdekat di sekitaran Kecamatan Singaparna memanfaatkan Moment Liburan Nasional maupun Libur Rutin (Hari Minggu), dan bisa di bayangkan Alun-Alun Singaparna yang sederhana dan keberadaannya tepat di tengah-tengah jalan Protokol Jalur Garut-Singaparna kadang-kadang bikin macet para pengguna jalan Raya.
Harapan Warga Singaparna yang ingin "Macet Ria" di hari-hari tertentu seperti Moment Pulang Kampung bila lebaran Idul Fitri (Dari Tahun Ketahun) yang sering terjadi pada Moment-moment itu (H-10 sampai H+10) Lebaran Idul Fitri sering terjadi kemacetan yang kadang mengganggu Aktifitas warga Kota Singaparna.
Dengan akan di bangunnya Jalan di Ex-Alun-alun itu sekarang Warga berharap "Semoga Membawa Perubahan" bagi hidup-dan penghidupan Warga Masyarakat Singaparna pada umumnya,hal tersebut terucap dari Mulut-mulut Warga Singaparna ketika penulis mencoba meminta komentar Warga Kota itu di Senja yang Indah , melihat perubahan Tata Kota (Alun-Alun) Singaparna yang kini sedang melakukan perubahan.(Rizal)
Langganan:
Postingan (Atom)







































