Kamis, 01 November 2012

SUHENDAR MUTLAK TERPILIH JADI KEPALA DESA BURUJUL JAYA KECAMATAN PARUNGPONTENG

Suasana Suka Cita Pilkades Desa Burujuljaya Kecamatan Parungponteng (Doc:MPP)
Kabupaten Tasikmalaya MPP:
Suasana Penghitungan Suara Pilkades Burujul Jaya Kecamatan Parungponteng ( Doc:MPP)
Pemilihan Kepala Desa Burujuljaya Kecamatan Parungponteng  berlangsung Kemarin (Rabu) 31-10-2012  , dan pemilihan Kepala Desa  berlangsung aman dan terkendali, Media Perjuangan Penghubung yang Menyempatkan Hadir dalam Acara Pemilihan langsung dan Demokratis itu melihat Dengan jelas "Ke-Antusiasan" Warga Desa yang Menetapkan 3400 Orang Wajib Hak Pilih dan Daftar Resmi Warga yang memenuhi Kewajibannya sebagai Hak Pilih  Hanya 2.715 Orang , Pihak Panitia mempersiapkan Keamanan yang Extra Ketat dan Format Acara terlihat berjalan sesuai Jadwal.
Acara  Pemilihan Kepala Desa yang di Tinggal Oleh Kepala Desa lama yang Meninggal sewaktu masih menjabat Sebagai Kepala Desa dengan Infrastruktur ter-jelek itu menjadi Acuan Acara yang patut di Contoh Oleh berbagai Kegiatan Arena Demokrasi di Manapun , Ketua Panitia Acara Uu Rusman ketika di minta Komentarnya Menyatakan   " Pilkades yang di lakukan ini mudah-mudahan jadi Acuan untuk lebih memajukan lagi Desa ini,setelah di tinggal Oleh Almarhum Kuwu Ee.Rizwan, dan kamipun sebagai Team Panitia berdo,a untuk segala Upaya memajukan Desa ini , dan Mudah-mudahan pula setelah lahir Pemimpin Baru di Desa ini Pembangunan di berbagai Bidang di Desa ini akan semakin Baik " Ujarnya penuh harap.
Berjalannya Acara terdukung Oleh Aparat Keamanan dari Berbagai Pihak Kapolsek Kecamatan Parungponteng dan Koramil Kecamatan setempat Tampak mengawal Acara itu dari Mulai acara itu di Buka sekitar Pukul 08.30 Wib dan Berakhir Pukul 16:25 Wib.
Lima Kandidat menunggu Keputusan dari Berjalannya Pemilihan tersebut dan Ketegangan mimik Para Kandidat terlihat Waktu itu , Lima Kandidat tersebut No Urut 1.Sobar (Ex-PJS) Pejabat Sementara Desa setempat , No Urut 2.Yudi , No Urut 3 . Suhendar . No Urut 4.Tata dan No Urut 5.Otong .
Dan tibalah Waktunya Pengumuman  Maka tercatat-lah Suara Sah dan Tidak Sah maupun yang Blanko ( Kertas Suara Tidak di coblos ) sebagai Berikut No Urut 1.Sobar Memperoleh 402 Suara , No Urut 2.Yudi 351 Suara , No Urut 3.Suhendar 967 Suara , Suara No Urut 4.Tata 665 Suara sah dan No Urut 5 . Otong 351 Suara, dengan Rincian Surat Suara Tidak sah 12 Suara dan yang di Nyatakan Blanko 10 lembar Surat Suara.Maka Keputusan Mutlak Pemenang Kepala Desa Burujuljaya Periode 6 Tahun Ke-Depan di Menangkan  Suhendar No Urut 3 Dengan Suara sah Terbanyak (967).
Sewaktu di Mintai Pernyataannya Suhendar (Kuwu Baru Desa Burujuljaya) menyatakan " Kami mohon Doa dan Dukungannya agar Amanah ini bisa di laksanakan dengan baik" Jelasnya.
Warga Masyarakat Desa dan para Simpatisan sempat Pula menyerbu Rumah Kepala Desa yang baru yang sempat Menduduki Jabatan Kepala Kampung Januti selama 4 Tahun dengan Target Acara Menyampaikan Ucapan Selamat dan acara "Ngubek Balong" Milik Kepala Desa terpilih.( Rizal)

Selasa, 30 Oktober 2012

PERJUANGAN PENGHUBUNG: DESA BURUJULJAYA AKAN LAKUKAN PILIHAN KEPALA DESA ...

PERJUANGAN PENGHUBUNG: DESA BURUJULJAYA AKAN LAKUKAN PILIHAN KEPALA DESA ...Kabupaten Tasikmalaya:
Besok Rabu ( 31-10-2012) akan di Adakan Pemlihan Kepala Desa di Desa Burujul Jaya Kecamatan Parungponteng Dengan 5 Orang Kandidat Yang telah di Nyatakan sebagai Tokoh Desa , yang di Tinggal Oleh Kepala Desanya yang Meninggal Pada Pertengahan Tahun 2012 yang lalu.( Rizal)

SUMPAH PEMUDA DARI BERBAGAI DIMENSI

 Singaparna ,Kabupaten Tasikmalaya ( 30-10-2012) Perjuangan Penhubung:
Ketika itu di tahun 1928, para pemuda Indonesia menatap kedepan akan ada kejayaan bangsa Indonesia yaitu wujud Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelum menuju kemerdekaan para permuda yang saat itu tergabung dalam persekutuan Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Islameteen, Jong Batak, dan lain utusan, melakukan Kongres Kedua di Jakarta membahas bidang pendidikan dan demokrasi. Secara bulat dan teguh bersama mengikrarkan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui sumpahnya, yang kita kenal dengan Sumpah Pemudah di bacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.Sumpah pemuda diucapkan di sebuah Bangunan di Jl.Kramat Raja 106. Isi sumpah pemuda berdasarkan ejaan yang disempurnakan, yaitu :

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Itulah ikrar pada pemuda Indonesia yang menggetarkan dunia termasuk pada waktu itu para penjajah dan melalui ini menjadi tonggak besar untuk berjuang terus hingga kemerdekaan Indonesia tercapai, pada 17 Agustus 1945.

Sekarang,atau 84 tahun kemudian sumpah tersebut masih sangat relevan dengan kondisi masa kini yang serba bergelimang dengan kekayaan dan berbagai kemajuan, tetapi semakin lunturnya semangat kebangsaan dan ke-Indonesiaan terutama dari kaum generasi mudanya.

Kita merasakan keprihatinan yang mendalam, sebagai generasi bangsa semakin luntur nasionalismenya. Hal demikian dibuktikan dengan semakin hilangnya atribut budaya bangsa dikalangan generasi muda. Generasi sekarang lebih senang menggunakan atribut dan produk yang serba luar negeri. Dari hal pakaian, makanan, gaya hidup, tontonan dan kehidupan sosial termasuk didalamnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.Coba tengok kehidupan di kota-kota besar, generasi muda kita lebih akrab dengan budaya barat, seperti : musik rock, jazz,dangdut, dlsb; cara berpakaian : jeans,rok mini, dsb, dan gaya berbicara : gaya bicara lebay, singkatan, dan bicara dengan sebutan binatang. Budaya yang tumbuh secara asli di daerahnya tidak dilihat apalagi digunakan. Kondisi demikian diperparah oleh tontonan di media televisi yang sama sekali tidak mendidik untuk kebangsaan dan kebudayaan bangsa. yang ditonjolkan oleh media lebih banyak menyentuh nafsu dan emosi yang sifatnya materialistik atau kemewahan serta kebendaan. Memang, kita sulit menghindar dari serbuan budaya barat melalui media teknologi dan komunikasi, yng sifatnya massif dan cepat, tetapi sebagai bangsa yang punya karakter dan nilai sarat agamis, seyogianya dapat memfilter budaya barat, contoh Negara Jepang,dan Korea, mereka menerima budaya barat tetapi tidak sampai melunturkan budayanya sendiri.

Selain keprihatinan akan generasi mudanya, kitapun prihatikan terhadap generasi diatasnya terutama mereka yang sedang memangku jabatan baik dieksekutif, yudikatif maupun legeslatif. Sebagian dari mereka mempertontonkan kebodohannya dengan berperilaku korup, menyalahgunakan wewenang untuk diri dan kelompoknya. Alih-alih atas nama rakyat, tapi menyalahgunakan keuangan negara. Alih-alih yang terdepan dalam pemberantasan korupsi, eeh malah yang terdepan dalam korupsi.

Meskipun demikian, disela permasalahan seperti di atas, kita pun memiliki banyak potensi yang akan menghasilkan generasi yang lebih baik lagi. Masih ada generasi muda kita yang terdidik secara maju tetapi tidak luntur budayanya.Masih banyak generasi berikutnya yang memiliki idealisme dan kejujuran. Masih banyak orang yang memperhatikan orang miskin, baik secara idea atau gagasan dan tindakan. Masih banyak tokoh muda dan tua yang punya moralitas tinggi dan nasionalisme. Suatu saat mereka akan muncul memipin bangsa dan Negara Indonesia menuju kejayaan Indonesia.

Menatap bangsa kedepan memang perlu upaya keras. Kalau dulu ada Departemen Penerangan yang selalu menggelorakan semangat nasionalisme dan kejuangan, namun karena telah dibubarkan, maka seyogianya kita yang selalu mengeboarkan semangat itu.Kepada pihak Pemerintah diberbagai tingkatan, perlu terus mengobarkan semangat kebangsaa yang berbhineka tunggal ika.

Pertama, setiap even seperti, Hari kemerdekaan, Kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda, dan hari besar lainnya hendaknya diperingati hingga tingkat terendah seperti, RT, RW, Desa/Kelurahan untuk diingatkan kembali ;

Kedua, perlu diinformasikan terus tentang sejarah perjalanan bangsa dan negara sejak masa penjajahan sampai kemerderkaan dan hingga masa pembangunan sekarang ini ;

Ketiga, pihak para pemangku jabatan baik di eksekutif, yudikatif maupun legeslatif turun kelapangan memberi contoh sebagai wali rakyat yang amanah dan jujur ;

Keempat, diinformasikan kepada rakyat akan pentingnya penggunaan produk dalam negeri untuk berbagai pemenuhan aspek kehidupan sebagai upaya Aku Bangga Indonesia.

Ini perlu dilakukan secara serentak dengan dimotori  unsur Pemerintaha diberbagai tingkatan. Insya Allah kalau kita berupaya akan ada jalan untuk perbaikan, sepanjang kita lakukan secara tulus dan ikhlas.(Rizal)





DESA BURUJULJAYA AKAN LAKUKAN PILIHAN KEPALA DESA BESOK

Sabtu, 27 Oktober 2012

SUTIAMAN WARGA CURUGLANDUNG DESA KARANGJAYA "DI BUNUH" DI MALUKU

Kabupaten Tasikmalaya PP:
Sutiaman 34 Warga Kampung Curuglandung Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya , Tewas di Bunuh Majikannya di Tempat Galian Emas di Pulau Maluku , kabar menggegerkan Warga Masyarakat Desa dengan Struktur Kependudukan 95% Hanya sebagai Buruh Tani, Buruh Serabutan Dll tersebut terendus Media Perjuangan Penghubung ketika menyambangi Daerah itu.
Keadaan Perekonomian lah yang memicu Sutiaman untuk Pergi ke Pulau Maluku sebagai Penambang Emas di Pulau yang terkenal dengan Pulau Sengketa tersebut.
Tidak di Peroleh Keterangan Lengkap dari Keluarganya , hanya Keterangan berupa Cerita Temannya Sutiaman yang kala Minggu yang lalu Pulang ke Kampungnya dengan Tangan Hampa tanpa membawa Hasil Jerih Payah sebagai Penambang (Buruh) di Pulau Maluku itu , Atam (Teman Sutiaman ) bercerita kepada Media PP " Dia (Korban) kelihatan Memar di Tengkuknya dan Bagian Belakang Batok Kepalanya" Jelasnya.
Media Perjuangan Penghubung-pun bertanya Lebih lanjut tentang "Belum dan Sudah" di Tangani Pihak Keamanan setempat , jawabnya Singkat " Sudah katanya , bahkan di Bawa ke Polres Maluku" Ujarnya Polos.
Seseorang Teman Korban bercerita Pula tentang Ke-Gersangan suasana di Pulau Maluku " Di Maluku , seakan tidak ada Berjalannya Hukum Legalitas formal " Katanya.Karena di sana Telah banyak Korban-Korban bergelimpangan tanpa Sebab yang Jelas .
Keluarga Korban banyak yang Menolak memberi keterangan karena Berbagai halangan dan di Perkirakan karena Profokasi dari Teman - Teman Korban di Perantauan yang katanya Di larang membeberkan Hal kejadian Nyata di Pulau Maluku , dan Data yang terkumpul sementara Ratusan Warga Pemerintah Tasikmalaya berdiam di Pulau Maluku sebagai Leader Penambangan Emas di Pulau Kaya Emas tersebut.
Kepala Desa Karangjaya yang Akrab di Panggil Kuwu Ajun berkomentar Singkat tentang kejadian tersebut " Suti (Korban) datang ke Tempat Pertambangan Ilegal dan hal tersebut akan Menyulitkan Deteksi Dini warga Kami di sana" Jelasnya.
Pihak Polsek Karangjaya telah di Lapori Oleh Keluarga Korban melalui Laporan Lisan Namun Belum ada Kriteria Penyelesaian Tentang Kehilangan Nyawa Warga Curuglandung Desa Karangjaya tersebut.
Yang jadi Pertanyaan " Betulkah Nyawa itu Murah di Pulau Maluku, lalu di Mana tempat Para TNI/POLRI dan Legalitas Hukum Formal Negara Kesatuan Republik Indonesia?? , begitu Edan kah Negri ini ?.(Rizal) 





























































































































\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
































































POKJA JOURNALIS TASIKMALAYA : "PEBAGIAN INSENTIF (QURBAN) PERLU DI REFISI KEBIJAKANNYA DI PEMKAB TASIKMALAYA"

Doc:Photo Shop
Kabupaten Tasikmalaya (PP):
Pembagian uang "Kadeudeuh" Oleh Pemkab Tasikmalaya pada Acara Menyambut Hari Raya Idul Adha 1433.H Hari Kamis yang lalu ( 25-10-2012) , di Bahas oleh POKJA Jurnalis Indonesia Cabang Tasikmalaya (Kota/Kabupaten), sebagai Pembagian Kerochiman yang berkatagori " Tidak Benar".
Pernyataan tersebut terlontar ketika Para Kuli Tinta yang Malang Melintang di Seputaran Pemkab Tasikmalaya , menunggu Dana tersebut di Cairkan .
Dari Rumor yang tidak Jelas Kronologisnya bahwa "Pembagian Uang Ke-Rochiman" yang telah berjalan beberapa Tahun kebelakang itu Kini se-akan di Persulit dan Berdalih "Menegakan Kebenaran" aturan Pemkab Tasikmalaya telah melakukan Sikap Apatis dan tidak mau Tahu Urusan Para Kuli Tinta atau yang dengan Bahasa Kerennya Para Wartawan.
Para Wartawan sempat Kesal dengan Sikap Pemkab Tasikmalaya yag mengulur-ulur Waktu Pencairan yang di Jadwalkan "Dicairkannya" Uang Qurban itu akan di Cairkan pada Pukul 10.00 Wib (Pagi) , dan waktu-pun berjalan dengan sedikit Ngedumel para Wartawan dari Berbagai Media ( Cetak,Online Harian Mingguan Dll) melontarkan Kata-Kata "Pintarnya" Asep.MR mengemikakan Pendapatnya (Waktu itu) " Kalau kita Kaji , bahwa Pembagian Dana yang di katakan Oleh Pemkab itu adalah Dana Qur,ban harus Jelas Nominal nya dan di sesuaikan Dengan Harga Pasaran Hewan Qur,ban (Domba,Kambing , Sapi Dsb) " Ungkapnya dengan Nada Kesal.
Sebagai Pelampiasan nya Para Kuli Tinta sempat mengkonfirmasi Pihak Kesra Pemkab Tasikmalaya , bertanya tentang kapan dan jam Berapa di Cairkannya Dana itu sesungguhnya , lalu di Peroleh keterangan Pukul 14.00 Wib "Katanya" Tunggu-Punya tunggu Pihak Wartawan menunggu sampailah Pada Pukul 14.00 (Waktu Setempat) dan belum juga Nongol yang akan Membagikan Uang tersebut , lalu lontaran - lontaran "Kekesalan" terdengar dari berbagai Sudut Gedung Besar Pemda Tasikmalaya , Para Wartawan yang menunggu Uang itu akan di Cairkan di Perkirakan sekitar 300 Orang semuanya serempak Mengeretu, "Ngagarorowok" dengan berbagai Ungkapan kata-kata Khasnya, berlalulah Jam 14.00 Wib , dan di Peroleh Keterangan bahwa Akan di Cairkannya Pukul 17.00 Wib dan Para Kuli tinta pun menunggu sampai Pertanyaan tersebut benar adanya , dan Pukul 17.00 Pun telah Tiba , namun Pembagian uang itu-pun belum juga di lakukan , dan "Apa Kabar??" maka Dengan Bergemuruh Para Wartawan Takbir di Barengi dengan Menabuh Benda-benda yang ada di Dalam Kantor Gedung Bupati Tasikmalaya .
Dan tibalah Waktunya pembagian Uang Ke-Rochiman itu .
Kekecewaan pun Nampak di Mimik Muka Para Kuli tinta saat tersebut tak kala Dirinya tak terpanggil pada Sasion itu , dan Profosal yang telah di Ajukan ke-Kesra Pemkab Tasikmalaya banyak yang tidak di Cairkan dengan Tanpa alasan yang tidak Jelas .
POKJA Journalis Tasikmalaya sempat meminta Kejelasan dari berbagai Pihak dan sampai Tulisan ini di buat belum ada Kejelasan yang Signifikan tentang kejadian tersebut . ( Rizal)   





























































































































































]]]]]]]]]          \

Rabu, 24 Oktober 2012

HAJI TARSA MEMBANGUN JEMBATAN YANG MENGHUBUNGKAN DUA KE-KABUPATENAN PERMANENT DENGAN DANA SWADAYA PRIBADI

Jembatan Ciseel Yang di Bagun Haji Tarsa Dengan Dana Swadaya Murni , Jembatan yang menghubungkan Dua Wilayah Ke-Kabupatena ( Kab:Tasikmalaya-Kab:Ciamis) Doc: Pribadi
Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubun:
Sebuah jembatan di bangun Oleh seorang Pengusaha Daerah Bernama Haji Tarsa dengan biaya Swadaya Murni jembatan itu membentang di Atas Sungai Ciseel .
Jembatan Penghubung Antara Dua Ke-Kabupatenan itu (Kabupaten Tasikmalaya & Kabupaten Ciamis) yang di Perkirakan akan Menghabiskan Biaya (Total Anggaran Rp.350.000.000-an) Murni di biayai Oleh seorang Budiman berjiwa Dermawan yang bernama Haji Tarsa salah seorang Pengusaha Pabrik Tapioka yang telah lama Malang melintang Atas Usaha yang di Gelutinya dengan Lama.
Jembatan dengan Panjang sekitar 100m dengan Lebar 3-4m itu Akan menghubungkan Kampung Karangampel Desa Cidolog  Kabupaten Ciamis dan Kampung Setiamulya Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya , dengan Rincian Data Penduduk yang di Perkirakan 200 Kepala Keluarga di Dua Wilayah Kabupaten berbeda tersebut.
Media PP ketika berhasil mengunjungi Daerah dengan Infrastruktur Jalan yang telah Hancur yang di bangun Oleh Dana Swadaya Murni oleh Pengusaha yang sama tersebut berhasil mewawancarai H.Tarsa di Lokasi pembangunan Jembatan , Haji Tarsa menyampaikan beberapa Patah kata wawancaranya " Semoga Kiprah kami ini Di Ridhoi Alloh SWT , dan mudah-mudahan setelah di bangunnya Jembatan ini oleh Kami , Pihak Pemerintah akan membuka Matanya " Jelasnya.
Salah seorang Tokoh Masyarakat yang juga bertugas sebagai PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Pertanian di Kecamatan Cidolog menyampaikan pendapatnya " Seharusnya Pemerintah-lah yang harus membangun Jembatan ini, sebagai Wujud Pemerintahan yang Adil dan Bijaksana, karena kalau secara cermat dan di Ketahui maka akan di peroleh Kesimpulan bahwa Pembukaan Jembatan ini akan berdampak besar bagi Pembangunan Perekonomian, Pertanian dan sebagainya di Wilayah Dua Ke-Kabupatena ini " Unkapnya.
Salah seorang Warga Masyarakat menyampaikan Pendapatnya " Dari mulai Pengerjaan sampai sekarang ( 23/10/2012) mungkin telah 2 Bulan Berjalan dan semua Anggaran nya Oleh Dana Swadaya Murni tanpa ada campur tangan Pemerintah dari dana apapun " Ungkapnya.
Penduduk di Dua Wilayah Kabupaten yang berbeda itu , telah lama bersosialisasi secara turun temurun dan Pantauan MPP di Lapangan , Penduduk yang sebagian Besar Buruh Tani (95%) mengharapkan Pembangunan Infrastruktur Jembatan sebagai Penghubung Perekonomian dan Kegiatan - Kegiatan Mobilisasi yang akan berdampak pada Perubahan Tatanan Kesejahteraan dan Kemajuan di Daerah tersebut.
Yang jadi pertanyaan Besar " Akankah Pemerintah Membuka Matanya dengan Pembangunan Jembatan Ciseel ini?, atau hanya Akan mengacungkan Jempol semata tentang Kejadian Nyata ini? , dan di Kemanakan Anggaran (APBN/APBD) yang di dengung-dengungkan Oleh berbagai Media dengan Berbagai Janji bahwa Pembangunan  Perdesaan itu adalah Prioritas ? .( Rizal)