Rabu, 10 April 2013

POLA "RESEP" (SUKA) KEPADA CALON KEPALA DESA DI PILKADES DESA-DESA DI SALAWU CENDRUNG DOMINAN

Suasana Pemilihan Kepala Desa di Margalaksana Kecamatan Salawu (10/04/2013)
Suasana Pemilihan Kepala Desa di Desa Tanjungsari Kecamatan Salawu (09/04/2013)
Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubung:
Melihat dari Sisi-sisi yang lain Atas Digantinya Beberapa Kepala Desa di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya "Ternyata" ada yang lain di sana (5 Kepala Desa di Pilih langsung).

"Yang Lain" yang di maksud dari Beberapa Perbendaharaan Pendapat "Traditional" tentang cara pandang Politik Pemilihan Kepala Desa oleh Warga Pemilih yang datang Menuntaskan Haq Preogratifnya sebagai Warga yang Wajib memberikan Haq Suaranya secara Benar dan bertanggung jawab terhadap Calon Pemilihnya.Pertanggung jawaban Mereka terhadap yang di pilihnya (Calon Kepala Desanya) tersebut itu berbagai Kriteria yang di terapkan dari berbagai sisi kehidupan nyata sehari-hari dan Unsur pendukung berthemakan "Resep"(Suka) atau yang lainnya misalnya.
Usur-unsur pendukung dari dukungan Suara nyata kepada Para Calon tersebut "Kental" kelihatan dalam Realita Politik yang harus di maknai lebih cermat lagi oleh beberapa Organ Masyarakat yang bercita-cita ingin jadi Seorang Pengabdi Masyarakat (Misalnya) , kalau kita telaah lebih dalam lagi bagi para Pakar Politik Nasional ini akan jadi "Ilmu" yang bermanfaat dan atas Nama Demokrasi Negara Indonesia yang berbeda dan unik ini maka penulis menyampaikan Kata-kata "Maaf" bila ada kekurangan dari Penelaahan yang dangkal ini , tapi penulis berharap hal ini akan jadi Tolak Ukur "Cara Pandang Berpolitik" Praktis yang nyata terjadi ini.
Kriteria-Kriteria yang di maksud calon pemilih melihat dari Keberhasilan "Pesta Demokrasi" Rakyat yang di lakukan  Masyarakat terbawah ini salah satunya Unsur "Resep" (Suka) kepada Orang yang di pilihnya adalah sebuah Kriteria yang Amat sederhana dari Pola Pandang gaya Politik Modern sekalipun, yang di maksud Suka di sini panjang cerita dari Kehidupan si "Yang dipilih" oleh Pemilih yang datang dari Hati Nurani terdalam yang memilih itu sendiri, itu hasil awal dari Penelusuran penulis "menilai" para Pemenang (dengan Suara terbanyak) yang nyata mengantarkan si-kontestan jadi seorang Kepala Desa di sebuah Desa.
Sebuah Pola sederhana dari cara Pandang Politik dari seseoarang Warga pemilih salah satunya dengan "Suka " !!, dasar sukanya seseorang bukan hal yang sepele bila dilihat dari cara Pandang Politik Traditional bangsa Indonesia yang Nota Bene adalah Warga yang telah di Sett untuk menyikapi Wacana , Rencana , Negara yang berdaulat dengan Cara Demokrasi Pancasila dengan menjunjung tinggi sikap Perbedaan Pendapat dengan Dasar Persatuan dan Kesatuan Bangsa.
Bila menilai dari Cara Politik Traditional yang telah dilakukan itu kita bisa melihat hasil dari Tujuan si-pemilih itu adalah Perubahan di Daerahnya dengan Pola sederhana pula misalnya "menginginkan Suasana di dalam Pemerintahan Desanya itu sikap keterbukaan" , sikap keterbukaan tersebut muncul dari Sinergisnya antara Pihak Media (Penginformasi) bahwa dana-dana yang diterima oleh Desa-desa itu sangat besar dan di Khususkan untuk pembangunan berbagai Kriteria Pembangunan di sebuah Wilayah Desa misalnya.
Sikap Kesederhanaan Pemilih Calon Kepala Desa-pun berimbas kepada Pola pandangnya ketika Si-Calon tidak "Pikaresepeun" (Sikapnya tidak Di sukai), secara Indifidu Warga perlu pemahaman lebih lanjut lagi ,untuk kriteria yang tidak disukai yang di maksud "Tidak Suka" atas dasar Penghakiman perasaan si-pemilih itu sendiri.
Panjang cerita bagi Kontestan Pilkades , dan atas Dasar dari cara pandang Warga Masyarakat Pemilih itu perlu dilakukan kajian-kajian menyeluruh bagi Para Peneliti Politik Praktis di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini, karena di sadari atau tidak Pola pembelajaran Demokrasi yang bertanggung jawab jelas harus kembali di kaji dan di Perbaharui , di betulkan bila itu salah dan di Perbaharui yang kurangnya , demi terciptanya suasana yang Kondusif dan kemartabatan Pola Politik yang baik yang akan berimbas pada Kemajuan sebuah Daerah itu sendiri.(Rizal)    

Minggu, 07 April 2013

WALUNGAN CIDUGALEUN SERING MAKAN KORBAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH TUTUP MATA

"NGERI" itulah kesan bila kita melewati Jembatan Walungan Cidugaleun kala Hujan Deras (Doc:MPP)
Sekitar 10.000 Orang Warga Dua Desa (Desa Cidugaleun dan Desa Parentas) hanya menggunakan Jembatan ini sewaktu akan ber-aktifitas (Doc:MPP)
Kabupaten Tasikmalaya:
Jembatan penghubung Desa Cidugaleun dan Desa Parentas Kecamatan Cigalontang sangat menghawatirkan Warga pengguna Akses jalan Vital tersebut, suasana ini terus cendrung parah , karena Pihak manapun "Pemerinath Pusat dan Daerah" seakan tutup mata atas kelangsungan Akses penghubung Dua Desa tersebut.
Disebutkan , menurut sumber yang bisa di pertanggung jawabkan Jembatan itu banyak menelan Korban , karena Walungan Cidugaleun tersebut hanya di bangun sebuah Jembatan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan Patal, apabila Hujan Deras mengguyur daerah yang dekat sekali dengan Gunung terbesar di Jawa Barat yang penomenal yakni Gunung Galunggung.
Data yang di peroleh , Tujuh Korban telah meninggal di Jembatan itu , dengan Kronologis Akhir insiden adalah sebagai berikut , seorang Warga yang Nekat melewati Jembatan itu kala Hujan Lebat mengguyur terus melanjutkan perjalanan menggunakan Kendaraan bermotor (Roda dua) di tengah jembatan , datang Air "Caah" dan pengendara tidak bisa mengendalikan Kendaraannya lalu hanyut terbawa air bah bersama Motornya dan di kabarkan meninggal di tempat, kejadian itu terus menghantuai semua Warga dan kecemasan Warga pengguna Akses Jembatan itu terus berlanjut sampai kini.
Pihak Dua Desa itupun bukannya diam berpangku tangan , mereka telah mengajukan Upaya "Meminta Jembatan itu secepatnya di Bangun dengan Bantaun Khusus dari Pusat karena Lebar dan panjang jembatan di perkirakan akan menghabiskan Anggaran Milyaran Rupiah , apabila melihat dari Struktur Walungan Cidugaleun tersebut.
Jembatan yang ada saat ini , hanya berupa Jembatan dengan Proyek bantuan apa adanya dengan gambaran yang mengerikan , jembatan itu hanya di Topang dengan Tembok beton Rendah dan otomtis bila Hujan Turun Deras dio daerah itu akan menimbulkan bah , dan Jembatan dengan Tekstur jembatan apa adanya dan tanpa pengaman di Pinggirnya itu akan menyebabkan air Naik ke Atas jembatan dengan Posisi Air yang berbahaya apabila Warga Pengguna Kendaraan nekat melewati Jembatan tersebut.
Jembatan tersebut itu sekitar Panjang 10 Meter dan lebar 2 meteran , dan hanya satu-satunya Akses yang bisa di lalui Warga Dua Desa tetanggaan itu, Salah Seorang Sopir Angkutan Pedesaan yang tidak mau di sebut Namanya menyatakan " Jembatan itu hanya satu-satunya jalan yang bisa di lalui Warga Desa Parentas dan desa cidugaleun, dan pengangkutan apapun , kendaraan Berat dan Ringan hanya menggunakan Jembatan itu, apabila Hujan deras dan Air Bah maka kita harus ber-istirahat dulu menunggu Air Bah Sungai surut dan kejadian itu sampai saat ini terus berlanjut, saya minta kepada Pemerintah Pusat Khususnya tolong Warga Desa , daripada Uang Pemerintah di pakai Proyek tidak jelas dan akhirnya di Korupsi , saya kira tepat Uang itu di pakai membangun Jembatan Walungan cidugaleun ini" Ujarnya di selipi Pesan Ironi kepada Pemerintah Pusat.(Rizal)

DESA CIDUGALEUN LAHIRKAN "KUWU BARU" ANGGOTA DEWAN IKUT HADIR

Warga Desa Cidugaleun Mengawal acara sampai Akhir di Tengah Guyuran hujan(Doc:MPP)
Photo: Camat Cidugaleun Sudirman ketika mengumumkan Hasil Akhir penghitungan Suara Pilkades Cidugaleun(Doc:MPP)
Add caption
Photo Suasana Pemungutan Suara Pilkades Cidugaleun (Doc:MPP)
Di tengah Guyuran Hujan "acara terus berlanjut"
Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubung:
Perhelatan Acara Pilihan Kepala Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang telah Usai kemarin (Minggu 07/04/2013) ,Pilihan Kepala Desa yang di Tunggu-tunggu Penduduk Desa tersebut,tepat Waktu (Tanggal,Jam Yang di tentukan Panitia se-belas) yaitu dimulai sekitar Jam 08:00 Wib dan Berakhir hingga Waktu yang tidak di tentukan,begitulah Ketua Team Panitia Erma Ermawan menerangkan kepada Media.
Dari 6.065 Data Penduduk Desa Cidugaleun dengan Haq Pemilih Wajib yang di tetapkan sebanyak 4562 yang hadir hanya Sekitar 65% yang memberikan Suara Wajib Pilih ketika itu.
Dari Data Pasti yang di Umumkan 2865 Suara yang masuk dan ditambah Suara tidak sah sebanyak 94 Suara dan suara yang dinyatakan Blangko 12 Surat suara, maka ter-umumkan Melalui Pengmuman resmi Kepanitiaan yang di Umumkan oleh Camat Cigalontang Sudirman , dengan keputusan sah adalah Sebagai Berikut " Nomor Urut 1.1.482 suara sah,Nomor Urut 2.650 suara sah,Nomor urut 3.216 suara sah dan Nomor Urut 4.411 suara sah , atas keputusan Resmi tersebut maka Nomor Urut satu Atas Nama Nandang.Mulyana adalah Kepala Desa "Kuwu" terpilih dengan Suara terbanyak,dan disusul Oleh "Amin" di Urutan ke Dua perolehan suara Pilkades di Desa Cidugaleun tersebut.
Meski dalam Guyuran Hujan lebat kala pengumuman "Pemungutan suara" Warga Masyarakat Desa itu tidak ber-anjak dari Tempat perhelatan akbar enam tahunan tersebut, warga berjelal di bawah Naungan panggung yang didirikan di Halaman SDN Cigalontang itu sampai Acara Penutupan yang di Tutup oleh Camat setempat dengan di iringi Do,a Penutup yang di Pimpin Oleh seorang Ustadzah.
Ketua Panitiapun menyampaikan Rasa terima kasihnya kepada Pihak keamanan (Polsek dan Koramil) Kecamatan Cigalontang yang setia mengawal Acara sampai Akhir, dalam pemaparannya Ketua Pelaksana menyatakan " Acara ini Sukses tidak ada halangan dan gangguan atas kerjasama yang baik dengan Pihak Koramil dan Kapolsek Kecamatan Cigalontang" Pungkasnya.


ERI.IRIANTO TURUT HADIR :

Hadir pula Tokoh Partai Anggota DPRD II Kabupaten Tasikmalaya dari Praksi Golkar H.Eri Irianto ke Arena Pilihan Kepala Desa" yang berkatagorikan Infrastruktur tertinggal tersebut" , dalam keterangannya ia menyebutkan " Saya Pribadi hadir ke Daerah Cidugaleun ini dalam rangka "mendukung" kegiatan Positif ini dan bukti nyata saya Pribadi sayang , kepada Mereka warga Masyarakat" Jelasnya.
Disinggung tentang Pembangunan Infrastruktur Akses tembus Jalan "Rencana Mega Proyek Untuk Desa Tetangga Cidugaleun (Desa Parentas) Eri Irianto menjaelaskan kepada Media " Kita tunggu Realisasinya,karena tiap-tiap perencanaannya telah di akan di tangani Dinas ,Kementrian terkait, salah satu contoh , bila membahas tentang Tata Ruang Rencana Proyek maka yang akan menanganinya adalah Dinas Tarkim , dan bila membahas Rencana Jalan maka Dinas PU Pemkab Tasikmalaya yang menanganinya , ya,,Imbasnya mudah-mudahan Mega Proyek itu dapat ter-manfaatkan oleh Warga Cidugaleun ini seperti Rencana Proyek besar ini akan memberikan Manfaat besar bagi Desa Tetangga Parentas" Jelasnya Panjang lebar(Rizal)

Kamis, 04 April 2013

PILKADES SALAWU DI WARNAI INSIDEN "PINGSANNYA ANGGOTA HANSIP DAN MENINGGALNYA SEORANG HAK PILIH SETELAH MENCOBLOS"

Suasana di Dalam Gedung Serbaguna ketika berlangsungnya Pencoblosan (Terlihat Pengap)
Photo:Tatang.S Pemenang Pilkades Salawu (Mutlaq Memperoleh Suara Terbanyak)(Doc:MPP)

Seorang Anggota Pertahanan Sipil Terlihat Pingsan dan sedang dilakukan Perawatan Intensif dari Pihak Puskesmas Kecamatan Salawu dengan di bantu "Apa Adanya oleh Rekan-Rekannya" (Doc:MPP)
Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubung:
Pilihan Kepala Desa Salawu Kecamatan Salawu yang berlangsung Tadi siang (Kamis 04/04/2013) berlangsung Alot, dan Meriah , antusias Warga Desa tersebut terlihat "Mendukung Sepenuhnya" tentang Penyelenggaraan Pilkades yang berlangsung, Suasana sempat Ricuh karena Pelaksanaan Pilkades tersebut di selenggarakan di Dalam Gedung Serbaguna Balai Desa setempat , yang kapasitasnya terbatas Team Panitia tidak bisa di Konfirmasi karena sibuk mendata Penyelenggaraan yang kelihatan "Kedodoran Waktu" pelaksanaan , 3823 Hak Pilih hampir kesemuanya Hadir dan di Tampung di Dalam ruangan Balai Desa dan Insiden pun tidak Terelakan Lagi , Seorang Anggota Hansip (Pertahanan Sipil) Desa itu Pingsan dan mendapat Perawatan Intensif dari Pihak Team Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan setempat , Media sempat Mengkonfirmasi hal tersebut Kepada beberapa rekan Anggota Hansip yang tidak mau ditulis Namanya  di Acara tersebut dan hanya mendapatkan Jawaban sederhana " dia (Anggota Hansip yang Pingsan) Kecapaian karena berangkat Pagi sekali dan belum Makan" Ujarnya.
Minimnya tempat di Perkirakan karena Keterbatasan Waktu dan Biaya Pelaksanaan dan karena terlalu "Sempitnya" Tempat Pelaksanaan dengan Kapasitas Gedung Serbaguna dengan Pentilasi Udara yang sederhana,hal tersebut banyak di keluhkan Para Wajib Pilih ketika itu, salah seorang Warga Wajib Pilih "Mengerutu" dengan keadaan seperti itu.
Insidenpun bertambah "Parah" karena Salah Seorang Wajib Pilih Meninggal setelah Usai Melaksanakan Haq Pilihnya .

LIMA KANDIDAT ;

Dari Data Kandidat terdata ada Lima Orang Calon yang "Tarung" di Pemilihan Kepala Desa Salawu tersebut,Nomor Urut 1.Ubad ,Nomor Urut 2.Tatang.S ,Nomor Urut 3.Syarif,Nomor Urut 4.Tomy dan Nomor Urut 5 . Majid ( Incomebent) , dari Lima Calon itu Pemenang nya adalah Nomor Urut 2, yaitu Tatang.S dengan Perolehan Suara1.314 (Suara Sah) dari 2627 Suara yang terkumpul dengan 17 Suara tidak sah ,dari Kenyataan Pilkades Salawu itu maka Secara sah dan teruji Ke-Absahannya itu maka dinyatakan Nomor Urut 2 -lah pemenangnya yakni Tatang.S.

ACARA MOLOR SAMPAI MENJELANG MALAM:

Pengumuman Hasil Penghitungan Suara yang di Kawal oleh Pihak Keamanan Kecamatan Setempat (Polsek Salawu dan Koramil Salawu) sempat molor Waktunya sampai menjelang malam (Sebelum Waktu Isya).(Rizal)
 

Sabtu, 23 Maret 2013

WAHYUDIN "AMIN" TOKOH MUDA DESA CIDUGALEUN "SIAP TANDANG MAKALANGAN" JADI CALON KUWU DESA CIDUGALEUN

Photo: "Salah satu Usungan "Semangat" Para Calon Kepala Desa Cidugaleun adalah Infrastruktur Jalan Protokol Desa tersebut(Photo Desa Cidugaleun dan Jembatan Penghubung Cidugaleun-Parentas) dan Perlu Jiwa"Patriotisme" Kepemimpinan Desa tersebut.(Doc:MPP)
Photo : Wahyudin (Amin) Calon Kepala Desa Cidugaleun Periode 2013-2018 No Urut 2,(Doc:MPP)
Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubung:
"Saya telah Menjabat sebagai Kepala Desa Cidugaleun, selama Periode 2008-2010 dan Alhamdulillah , dalam Kurun Waktu itu saya di Temani (di Damping) oleh Ketua LPM Desa yaitu Saudara Wahyudin atau lebih di kenal dengan Julukan kesehariannya "Amin" dan dalam kurun Tahun 2010 sampai saya sekarang mau lengser , dia selalu mendamping saya menyelesaikan Program-Program dana-dana yang di terima Desa kami dari Berbagai dana seperti Dana ADD (Anggaran Dana Desa) , Program PNPM-MP Perdesaan yang di terima oleh Desa kami dan Infrastruktur yang telah di realisasikan itu sekitar Penyelesaian Kurang lebih 3000-an Miter pengerjaan Jalan Lingkungan dan jalan Kampung, Dan Wahyudin lah teman Kami di lapangan ketika menyelesaikan berbagai Usungan Dana-dana yang di terima desa kami" Jelas Mamat.Rahkmat Kepala Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang yang masa Kepemimpinannya Sebagai Kepala Desa tersebut akan Lengser sekitar Bulan April mendatang.
Desa itu akan Mengadakan pemilihan Kepala Desanya yang baru , dan Desa itu mempunyai Warga Hak Pilih (Wajib) sekitar 3800 Jiwa dari empat Kampung ,dan mempunyai 30 Jumlah ke-RT-an  di Desa tersebut.
Wahyudin Atau yang Akrab di Sapa "Amin" (38) adalah salah satu calon Kepala Desa yang siap Tandang Makalangan dari Unsure Tokoh Kepemudaan yang punya Cita-Cita "Jelas" dan Punya Visi dan Misi yang akan melanjutkan Kepemimpinan Mamat Rachmat (Kuwu Lama) , ketika di temui Media di Kediamannya Wahydin berkomentar " Saya akan Mencoba Midang Tandang Makalangan mencalonkan diri jadi Kepala Desa Cidugaleun Punya Visi " MENINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN" dan Misi yang di Emban Saya Adalah "SATU , MENINGKATKAN PATRIOTISME APARATUR KEPEMERINTAHAN DESA , DUA,MEMBERIKAN KEPERCAYAAN WARGA MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI,TIGA ,MEMOTIVASI SIPAT GOTONG-ROYONG WARGA MASYARAKAT DAN KE-EMPATNYA , MELANJUTKAN PEMBANGUNAN YANG TELAH DI LAKUKAN OLEH KEPALA DESA YANG LAMA " Jelasnya.
Wahyudin (Amin) merupakan Calon Kuat yang di Dukung berbagai Kalangan Warga Element Masyarakat , salah seorang Warga Desa tersebut yang tidak Mau Namanya di Tulis menyatakan " Saya Percaya kepada Amin, karena secara nyata dia telah tahu , seluk- beluk kepemerintahan di Desa dan Caranya memperoleh Dana-Dana dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dia telah Tahu karena lama jadi LPM Desa ini" Pungkasnya.(Rizal)

Rabu, 20 Maret 2013

DANA KINERJA ANGGARAN 2012 ,DAN DANA PEMERATAAN BELUM DI CAIRKAN DAN TIDAK "MERATA" KEPALA DESA "CURHAT" KE GEDUNG DEWAN DPRD II KABUPATEN TASIKMALAYA

Photo:Suasana "Curhat" Para Kepala Desa Kecamatan Salawu di Gedung Dewan kepada Para Anggota Dewan(Doc:MPP)
Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubung:
Para Kepala Desa yang tergabung dalam Jajaran kepengurusan APDESI (Asosiasi Kepala Desa Kecamatan Salawu) datang ke Gedung Setda Pemkab setempat , Guna menanyakan "Haq" mereka yaitu Dana Kinerja untuk Tahun Anggaran 2012 (Tahun lalau) yang belum di Cairkan hingga Pertengahan Bulan Maret Tahun 2013 (saat ini), mereka dengan Niat mendatangi Pihak Pemdes (Pemerintahan Desa) Pemkab Tasikmalaya meminta kejelasannya kepada Induk Semangnya Desa-Desa yang ada  di Kabupaten tersebut.
Lima Orang Perwakilan dari 12 Desa yang ada di Kecamatan Salawu itu (Kuwu Tenjowaringin,Kuwu Serang,Kuwu Kutawaringin,Kuwu Karang Mukti Dan Kuwu Pipip), bergegas menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  dengan Niatan ingin mendatangi Ketua Dewan (H.Ruhimat),
Namun yang di tuju Oleh Lima Kepala Desa itu tidak sedang berada di tempat  dan tidak  bisa di temui karena sedang "Dinas Luar" begitulah keterangan Pihak Dewan Kabupaten Tasikmalaya menjawab pertanyaan yang di kemukakan oleh para Kepala Desa (Perwakilan Kecamatan Salawu),
Lalu para Kuwu-pun meminta di Pasilitasi Pihak DPRD II Kabupaten, dan sebelumnya ke Ruangan (Komisi) lainnya Para Kuwu sempat berpapasan dengan Dewan Dari Praksi Demokrat Andi Sulanjani , berikut Jawaban nya " Siap , kita ngobrol di Ruangan Praksi saja agar semuanya "Enak" Jawabnya singkat.
Para kuwu dari Salawu itu sempat ber-decak Kagum kepada Pemkab Tasikmalaya yang telah "Membangun" Kantor Dewan jadi Super MEGAH dan besar itu , salah seoarang Kuwu "berceloteh" aduh ini Kantor Dewan begitu besar bangunannya , kalau semacam "bangunan itun saja (sambil menujuk sebuah Bangunan yang berada di komplek Setda Pemkab Tasikmalaya dan yang di- "Obrol"kan para Kepala Desa itu " kenapa ya,,hal ini terjadi? dan saya Kira bila bangunan yang ada di sekitar Komplek Pemda Dananya di salurkan kepihak Lembaga Desa niscaya Bangunan dan Kehidupan kami semua akan cepat terselesai kan " Ucap Kuwu Dayat (Kepala Desa Serang) Kecamatan Salawu.
Di Ruang Praksi Komisi 4 Para Kepala Desa sempat mendapatkan jawaban " yang di Namai Para Kepala desa " Jawaban bingung , karena Para dewan yang ada -pun sempat berkata tidak Tahu , ada apa sebetulnya dengan  'Penahanan"Dana Kinerja (dengan Nominal Rp.15 Juta/Tahun) untuk  beberapa Desa , karena seperti keterangan yang bisa di Percaya bahwa baru 110 Desa yang di Cairkan sedang sisanya dari Jumlah 351 Desa itu belum cair sama sekali.
Acara Curhat para Kepala Desa ke-Para anggota Dewan tidak menghasilkan apa-apa , hanya terdengar Jawaban "Kepastian" para Anggota Dewan akan mendiskusikan untuk Realisai yang di pertanyakan tersebut ke pihak Profinsi Jawa Barat.(Rizal)

Selasa, 19 Maret 2013

HAJI RUHIMAT KETUA DEWAN KABUPATEN TASIKMALAYA "SIAP MEMBAWA RAKYAT TASIKMALAYA KE JENJANG KEJAYAAN DAN KESEJAHTERAAN DI MASA MENDATANG DENGAN "ILMU ISLAM"

Kabupaten Tasikmalaya Media Perjuangan Penghubung:
Photo: Dua Photo "Jurus Silat" Tapak Saketi Haji Ruhimat yang Khoby Olah Raga Silat(Doc:MPP)
Photo: Haji Ruhimat ketika sedang menerima Tamu di Kantor Ketua Dewan di Singaparna (Doc:MPP)
Photo:Kesederhanaannya "Istirahat sambil makan nasi Bungkus di "Meja Kerjanya"(Doc:MPP)
"Masih banyak yang harus di kerjakan , pekerjaan itu jadi  Tugas-Tugas Kehidupan saya Pribadi "Kewajiban Saya " Sebagai Warga Negara Indonesia,bila saya Sudah Tidak Jadi seorang Politisi , Prioritas Saya kedepan adalah Ingin Menggali Potensi Syari,t Islam dari Sisi Perekonomian Islam dengan tanpa melupakan Pilar Dasar UUD 1945 dan Pancasila  yang bila di Gali secara Cermat ini akan sangat Dahyat" begitulah Pernyataan H.Ruhimat (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tasikmalaya) Periode 2010-2016 kepada Media ketika di temui Di Rumahnya yang Asri bernuansa Sederhana.
Keberadaan Putra Asli Kelahiran Desa Cikeusal Kecamatan Mangunreja dari Ayahnya Ajengan Yahya Efendy (Almarhum) yang seorang "Ajengan" di Kampung dan Ibunya (Almarhumah) Ustadzah Hasanah  Kelahiran Desa Sariwangi  yang juga Seorang Ustadzah di kampungnya ketika pada Masanya itu.
Pria Sederhana yang lahir Tahun 1961 dan memulai Karir "Pengabdiannya" sebagai Guru Sebuah SDN di kampungnya tersebut sekarang ini  menyandang gelar S2 dan sedang Menamatkan Study S3-nya di UNPAD (Universitas Padjadjaran Bandung) itu "Bercerita" lebih dalam sesuai Dengan salah satu Khoby-nya yang "Khoby" Berdialog tentang Kriteria Keagungan Islam ," Banyak rekan-rekan saya dari berbagai Kalangan Ulama dan Pembawa Agama dari berbagai Kapasitas sebagai teman berdialog tentang Islam , dan kajian-kajian Islam itu telah membawa saya seperti sekarang ini, dan kalau kami melakukan kajian Ilmiah tentang Islam , saya bisa menyempatkan waktu sampai satu malam (Sampai Subuh)"Ucapnya melengkapi bincang-bincang singkat kami.
Haji Ruhimat memulai Debut Politiknya dari "Dia" melepaskan Jabatan Guru ( Guru Bantu selama 5 Tahun dan Menjadi Pegawai Negri Sipil Selama 17 Tahun) , dari salah satu Khobynya "Membaca" berbagai Bacaan yang membangkitkan Gelora "Berpolitik-nya" dia sampai saat ini.

BERBAGAI KHOBYNYA YANG SAMPAI SAAT INI MASIH RUTIN DI LAKUKAN:

"Saya Pribadi sangat Khoby ber-olah Raga terutama Khoby menekuni Olah Raga Pencak Silat di Perguruan Tapak Saketi (Kabupaten Ciamis) dan dari menekuni Olah raga Silat itu banyak "Hikmah-hikmah" yang di dapatkan diantaranya kepercayaan diri dan bersikap demokratis dalam kehidupan dan tindakan keseharian saya" Tandasnya.
Olah Raga yang juga di gelutinya sehari-hari adalah Badminton (Bulu Tangkis) yang selalu Rutin dilakukan dan di pakai sebagai Ajang Silaturrachmi kepada beberapa Rekan dan pada Khususnya Warga Masyarakat di seluruh Kabupaten Tasikmalaya "Olah Raga Badsminton itu sangat menyehatkan hidup saya dan lebih jauhnya lagi saya sebagai Pribadi, bisa bersilaturrachmi dengan berbagai kalangan Masyarakat di seluruh Wilayah Kabupaten Tasikmalaya" Ucapnya di selingi senyum penuh Harap.

BERBICARA TENTANG KEMISKINAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA:

"Saya sangat perduli tentang "Keluh-kesah" Warga kabupaten Tasikmalaya, dengan berbagai Sikap yang akan saya lakukan di Kemudian hari guna mengentaskan kemiskinan yang ada di Wilayah kami,salah satunya dengan menerapkan berbagai Program Usungan dari berbagai bantuan ke-Desa-Desa yang ada di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya , karena Warga Masyarakat Kita sangat "Kaget" ketika mereka Ujug-Ujug jadi Masyarakat Industri padahal Pilar kehidupan Warga Kita (warga Kabupaten Tasikmalaya ) itu adalah Masyarakat Agraris dan penyikapannya justru harus di Rubah dulu paradigmanya, karena kalau kita teliti lebih berkelanjuatan Tanah Pertanian di wilayah kita itu sangat potensial untuk di Kembangkan , dan pola hidup yang "Kaget" itu saya kira jangan di lanjutkan bila hal tersebut  akan berdampak buruk bagi kesejahteraan Warga Masyarakat itu sendiri.

MELANJUTKAN "BICARA" KHOBY PRIBADI :

"Saya salah seorang yang tidak bisa memanfaatkan Liburan Akhir pekan,dan justru pada Masa rehat Minggaun (Sabtu dan Minggu) waktu itu saya gunakan mengunjungi Warga Masyarakat di seluruh Wilayah Kabupaten yang ingin Wilayah desa-desanya di kunjungi saya , dan Anak & Istri saya telah mafhum adanya" ucapnya.
Haji Ruhimat mempunyai 6 Orang Anak dari Istrinya Bunda Nia Novia Gardara  yang juga Penggiat dari berbagai Organisasi Sosial , seperti Ikatan Istri-Istri Dewan Pemkab Tasikmalaya (IKIAD) dan juga sebagai pengurus di Organisai Wanita Persatuan Pembangunan Wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang telah melakukan berbagai "Program-Program"nya guna kemanfaatan Warga Kabupaten setempat.

BICARA TENTANG PENDIDIKAN BERBASIS PESANTREN DAN ORGANISASI YANG DI PEGANGNYA:

"Saya "Ruruntuk meuleum Kastrol" di Pesantern cipasung singaparna dua Belas Tahun saya mesantren di Pondok itu" dan banyak sekali hikmah-hikmah yang di peroleh guna Kemaslahatan hidup saya dan keluarga guna mengabdi kepada warga Kabupaten ini, dan terutama mengabdikan diri kepada Bangsa Indonesia yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan berpedoman kepada Pancasila sebagai Pilar Dasar berbangsa dan bernegara" .Jelasnya Pula.
Saat ini saya di Percaya dan di Tunjuk menjabat sebagai Ketua Pramuka Cabang Kabupaten Tasikmalaya Periode 2012-2017 , dan Organisai Ke-Pramukaan yang besar ini mudah-mudahan akan lebih Maju lagi dengan daya dukung Warga Pramuka Kabupaten Tasikmalaya itu sendiri ",Pungkasnya mengakhiri bincang-bincangnya di hari yang cerah itu .(Rizal)