Senin, 23 September 2013

ALUN-ALUN SINGAPRANA DI PUGAR

Photo: Kenang-kenangan Alun Singaparna ketika Hari libur di Dalam Taman itu jadi Pasar Kaget dan kini akan jadi Nostalgia para Warga Singaparna.(Photo;Net)
Photo: Kenang-kenangan Alun-alun Singaparna.(Doc:SMJ)
Photo: Sudut alun-alun Singaparna "mungkin akan jadi kenagnan Warga Singaparna dan kini akan berubah ",(Doc:SMJ)
Photo: Para Pekerja Proyek Pemugaran Alun-alun Singaparna yang sedang melakukan aktifitas pemugaran bagian luar Trotoar Alun-alun Singaparna.(Doc:SMJ)
Photo: Pohon Beringin Besar di dalam Alun-alun kini telah di tebang,(Doc:SMJ)
Photo: Alun-alun Singaparna di pugar,(Doc:SMJ)
Photo: Pagar pembatas penghias Alun-alun mungkin akan jadi Kenangan esok hari,,,!!(Doc:SMJ)
Photo: Salah satu sudut Alun-alun singaparna mungkin akan jadi Kenagnan di Kemudian hari.(Doc:SMJ)
Singaparna,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ,
Pemugaran alun-alun Singaparna kini sedang di lakukan, alun-alun legendaris itu kini bakal tiada , rencana itu tertuang sebagai bukti Realisasi tahap pembangunan kawasan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya yang di rencanakan jauh-jauh hari.
Alun-alun Kota Singaparna yang berdiri sekitar Tahun 70-an dengan Kronologis , sebagai Pasar dan Terminal Kota Kecil itu pada Zamannya , dan seiring perubahan Struktur Kota dan perubahan pembangunan yang terjadi pada masa-ke masa Aloen-aloen itu berubah jadi Taman Kota Kecamatan Singaparna.
Pemugaran tersebut berjalan sesuai dengan draf Tata-tata perencanaan yang di Keluarkan berdasarkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Dinas/Intansi terkait di lingkungan Pemerintah setempat, dan pengerjaannya di Kerjakan oleh CV-CV Rekanan yang telah melakukan tahapan lelang dan sebagainya.Rencana yang tertuang sekarang ini adalah "Menyulap" alun-alun jadi Jalan tembus , yang dulu melingkar dan sering terjadi kemacetan di hari-hari tertentu dan jam-jam tertentu seiring perubahan Aktifitas Warga Masyarakat Singaparna yang kini jadi Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya.
Seperti di ketahui sebelum terjadi pemugaran alun-alun Kota Singaparna itu ,salah satu sebab sering terjadinya Kemacetan jalan itu di karenakan setting tata ruang Alun-alun telah tidak representatif dengan kemajuan Kota Singaparna yang perlahan tapi pasti jelas  berubah , bahkan perubahan itu cendrung cepat dan mengagetkan semua pihak, apalagi setelah Kota Singaparna berubah Status jadi Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya di Akhir 2010 yang lalu.
Pemugaran tersebut pun merupakan salah sebuah ciri kemajuan Kota Singaparna dalam menata Kotanya, karena hal tersebut banyak yang mendukung , berbagai Element Masyarakat Singaparna beranggapan , Setting Alun-alun jadi Jalan Utama adalah telah Pass di lakukan , dan keberadaan Alun-Alun yang dulu jadi tempat Wisata Warga sekitar ketika memasuki Hari Libur Sekolah dan Hari-hari libur Nasional yang lainnya Warga masyarakat Kota Singaparna sering melakukan kegiatan Hiburan (jalan-jalan) sebagai pelepas kepenatan hidup dalam rentetan perjalanan kerja Warga Singaparna.
Dan Alun-alun itu sering jadi Pasar Kaget bagi para Pedagang Kecil dan pedagang Asongan memanfaatkan Moment Liburan Warga yang kadang berdatangan dari Daerah Tetangga wilayah Singaparna seperti dari Wilayah Leuwisari,Sariwangi,Sukarame , Mangunreja dan Wilayah-wilayah terdekat di sekitaran Kecamatan Singaparna memanfaatkan Moment Liburan Nasional maupun Libur Rutin (Hari Minggu), dan bisa di bayangkan Alun-Alun Singaparna yang sederhana dan keberadaannya tepat di tengah-tengah jalan Protokol Jalur  Garut-Singaparna   kadang-kadang bikin macet para pengguna jalan Raya.
Harapan Warga Singaparna yang ingin "Macet Ria" di hari-hari tertentu seperti Moment Pulang Kampung bila lebaran Idul Fitri (Dari Tahun Ketahun) yang sering terjadi pada Moment-moment itu (H-10 sampai H+10) Lebaran Idul Fitri sering terjadi kemacetan yang kadang mengganggu Aktifitas warga Kota Singaparna.
Dengan akan di bangunnya Jalan di Ex-Alun-alun itu sekarang Warga berharap "Semoga Membawa Perubahan" bagi hidup-dan penghidupan Warga Masyarakat Singaparna pada umumnya,hal tersebut terucap dari Mulut-mulut Warga Singaparna ketika penulis mencoba meminta komentar Warga Kota itu di Senja yang Indah , melihat perubahan Tata Kota (Alun-Alun) Singaparna yang kini sedang melakukan perubahan.(Rizal)

Sabtu, 21 September 2013

PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAYA TAK-BEREAKSI ,KETIKA ALAT TULIS DAN MEBEULER KANTOR-KANTOR DESA BANYAK YANG JADUL !!

Photo: Salah seorang Pegawai sebuah Desa ketika sedang mengetik dengan Mesin Ketik Manual (Jadul).(Doc:SMJ)
Singaparna,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ,
Alat tulis dan mebeuler Kantor-kantor Desa di seluruh Wilayah Kabupaten Tasikmalaya belum memenuhi standar Alat Kantor Modern , kini banyak Kantor-kantor Desa dari 351 Desa yang ada di Wilayah Kabupaten tersebut masih menggunakan Alat Tulis kantor Jadul (Manual).
Hal tersebut terpantau ketika SMJ mengunjungi beberapa Desa di Kabupaten Tasikmalaya selatan , Kepala Desa Cayur Kecamatan Cikatomas Ana Ruhyana berpendapat " jangankan Alat Tulis kantor yang Modern seperti Komputer dan lain-lainnya , tempat Duduk di Kantor Desa saya menggunakan Kursi anak Sekolah Dasar  itu pun dapat minta dari Sekolah Dasar terdekat " Ujarnya.
Kenyataan tersebut jelas sangat Kontras dengan keberadaan Mebeuler yang di miliki Gedung -Gedung Pemerintahan di Singaparna (Gedung Setda Pemkab Tasikmalaya-Red) yang pada bagus dan memadai, bahkan menurut pantauan SMJ pada Suasana tertentu Ruangan-ruangan Kepala Bagian di Link -Kantor Setda Pemkab setempat suka berganti-ganti Mebeulernya.
Salah seorang pemerhati Kinerja Pemerintahan Asep MR berpendapat " Keberadaan Ruangan sebuah kantor yang memadai (refresentatif) dapat menunjang kinerja para Pekerja di sebuah perkantoran , apalagi Kantor-kantor Publik seperti Kantor Desa dan yang lainnya , bila Ruangan dan Alat kantornya di ciptakan kenyamanan maka  pelayanan pelayanan untuk masyarakat-pun akan lebih intensif lagi "Jelasnya.
Dalam menyikapi hal tersebut , Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya seolah biasa-biasa saja bahkan cendrung tidak bereaksi apa-apa , karena setelah para Pegawai Desa mencoba mengajukan "Bantuan Alat Tulis Kantor" Ke Dinas Intansi terkait (Pemerintahan Setempat) Profosalnya jarang yang di Cairkan , bahkan cendrung di Abaikan.(Rizal)

TUGU BATAS KABUPATEN TASIKMALAYA DI KADIPATEN KINI TIDAK INDAH LAGI

P
Tempat Duduk peristirahatan bagi yang mau "Rehat" bila melakukan perjalanan Jauh , kini sama sekali tidak terurus (Doc:SMJ)
Add caption
Photo: keberadaan Tugu Batas Kabupaten Tasikmalaya "Utara"dan Kabupaten Garut terlihat "tak ter-urus" dan Banyak yang rusak (Doc: SMJ)
Photo: Tugu Batas Kabupaten Tasikmalaya Utara dan Kabupaten Garut "meprihatinkan"(Doc:SMJ)
Photo: Tugu Batas Kabupaten Tasikmalaya Utara dan Kabupaten Garut "bila malam lampu PJU-nya mati "Tidak nyaman bagi pengguna jalan"(Doc:SMJ)
Tidak Indah lagi
Kadipaten,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ,
Tugu Batas Kabupaten Tasikmalaya Utara dan Kabupaten Garut (Kecamatan Malangbong) berada Tepat di Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten, kini Tugu Batas itu keberadaannya sangat memprihatinkan , keberadaan Tugu itu semula di Sett sebagai Tugu Batas yang multi guna , diantaranya tempat peristirahatan para pengguna jalan Provinsi akses jalan yang tembus langsung dengan beberapa Kabupaten di Daerah Priangan Timur , dan Jalan Provinsi itu satu-satunya jalan yang biasa di pakai para Pengguna jalan ketika akan melakukan perjalanan ke Wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Perlunya menata Tugu Batas itu sebagai Wujud penciptaan keindahan dan kenyamanan para pengguna jalan Provisi Jawa Barat .Penciptaan kenyamanan yang di maksud adalah tempat beristirahatnya para pengguna jalan ketika Pulang dan Pergi menuju Kota Jakarta dan menuju Kota-kota di sekitar Provinsi Jawa Barat , karena jalan itu adalah satu-satunya jalan Protokol yang bisa di lalui melalui Ciawi dan Rajapolah (Kabupaten Tasikmalaya).

Mungkin tujuan besarnya demikian hebatnya , namun seperti pantauan SMJ di Tugu itu , terlihat lampu-lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) yang di tata Asri kini pada Mati dan tidak ada Upaya dari Dinas terkait untuk memelihara penerangan jalan taman Tugu batas Dua ke-Kabupatenan tersebut.
Salah seorang Warga sekitar Tugu Amin (42) mengomentari keberadaan lampu-lampu Taman tugu itu " Bila malam di sini sekarang gelap , dan bisa di lihat lampu yang samping jalannya tersabet Kendaraan Berat pada suatu saat, dan sampai saat ini belum di perbaiki , ketika dulu baru di bangun tugu ini sangat indah dan tempat beristirahat para pengguna jalan " Ucapnya.
Camat Kadipaten Drs,Maman Jamaludin ketika di pinta pendapatnya oleh SMJ menyatakan " Saya sebagai Camat Kadipaten sempat meminta bantuannya ke Dinas terkait ,dalam Hal ini saya sempat datang ke Dinas Tarkim (Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Tasikmalaya) untuk segera menagani dan memperbaiki Tugu Batas perbatasan itu , namun sampai saat ini belum di jamah dan mungkin telah pada di lupakan " Jelasnya dengan Nada kesal.
Kepala Desa Kadipaten Dadang. Raf , sempat ikut berkomentar tentang keberadaan Tugu Batas tersebut " kalau di tata kembali dengan pendanaan yang memadai mungkin kamipun pihak Pemerintah Desa siap merealisasikannya , dan tidak perlu ke CV lah,,,!!" Pungkasnya. (Rizal) 

Jumat, 20 September 2013

PISAH SAMBUT KEPALA KEJARI SINGAPARNA

Photo: Bupati Tasikmalaya Ketika menyampaikan Pidato Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negri Singaparna.(Doc:SMJ)
Photo: Acara Ramah Tamah dalam Upacara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negri Singaparna ,Kepala Kejaksaan Negri Baru Tri Karyono (Baju Batik Putih Beserta Ibu).(Doc:SMJ)
Singaparna,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ,
Bertempat di Ruangan Serba Guna Kantor Kejaksaan setempat diadakan
Acara Pisah Sambut Kejaksaan Negri Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya)yang di lakukan Hari Jumat (20-09-2013) , Acara tersebut berjalan sesuai Jadwal yang di tentukan , yakni Di Mulai Pukul 13:00 Wib .
Dengan Upacara Sederhana acara itu berlanjut dengan Tertib , di mulai dengan Prakata Panitia Acara , dan di langsungkan dengan Pidato Perkenalan Kepala Kejaksaan Negri Singaparna yang Baru Tri Karyono ,SH.M.Hum Pindahan dari Kejari Sulawesi Selatan.
Kejari Singaparna yang baru, menyampaikan Pidato perkenalannya dengan Ungkapan Humornya " Kejaksaan Negri Singaparna ini ke Tiga Kalinya ganti dari Mulai berdiri di Wilayah Hukum Kabupaten Tasikmalaya ini , sesuai Dengan Nama saya Tri , mudah-mudahan ini awal yang baik" Ucapnya yang di iringi Aplous dari Hadirin Tamu Undangan yang memenuhi Ruangan Gedung Serba Guna Kantor Kejari tersebut.
Mantan Kepala Kejaksaan setempat H.Yoyok S Wibowo-pun sempat beramah tamah dengan para di hadapan para Tamu Undangan yang Hadir dengan kata-kata "Selamat berpisah dan semoga Kejari Singaparna ini semakin jaya dan bisa mengabdikan diri setiap Pegawainya kepada Hukum Legal Formal Negara Kesatuan Republik Indonesia" Jelasnya.
Bupati Tasikmalaya dan Wakil Bupati yang jadi Tamu Kehormatan dalam Acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negri Singaparna itu menyampaikan Pidato "Singkatnya", dalam Pidato tanpa Tex-nya Bupati Tasikmalaya H.Uu R Ullum "Menyampaikan Selamat Datang kepada Kepala Kejari Singaparna dan menyampaikan Selamat berpisah kepada Kejari yang "Rumornya" akan bertugas di Kejati Jawa Barat itu " Semoga Bapak H.Yoyok di tempat Tugasnya yang baru bisa lebih berprestasi lagi " Ucapnya.
Acara berlangsung sesuai Jadwal dengan Berbagai harapan Warga Masyarakat dari berbagai Element Kepada Kepala Kejaksaan Negri Singaparna yang baru Tri Karyono "Untuk lebih berkarya lagi dengan mengedepankan Hukum Legal Formal Negara Kesatuan Republik Indonesia itu di Atas Segala-galanya,Bravo Kepala Kejaksaan Negri Singaparna ,,,!!.(Rizal)
   

BUPATI TASIKMALAYA DATANG TANPA DI UNDANG KE KAMPUNG CISURADE DESA TENJOWARINGIN

Photo: Bupati Tasikmalaya sempat berphoto bersama Perangkat Desa Tenjowaringin dan Kepala Desa setempat.(Doc:SMJ)
Photo: Bupati Tasikmalaya dan Warga Kampung Cisurade berphoto bersama.(Doc:SMJ)
Photo: Bupati sedang berbincang-bincang dengan Kaur Umum Desa Tenjowaringin Nandang dalam Kunjungan Bupati yang mendadak ke Kampung Cisurade.(Doc:SMJ)
Photo: Bupati Tasikmalaya H.Uu R Ullum ketika mengunjungi Kantor Desa Tenjowaringin.(Doc:SMJ)
Photo: Jembatan Batas Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut di Cisurade Desa Tenjowaringin " Perlu bantuan untuk jalan Kampung":Doc:SMJ
Salawu,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ,
Bupati Tasikmalaya H.Uu Ruzhanul Ullum punya kebiasaan Kunjungan mendadak , ke beberapa Daerah pelosok , hal tersebut sering di beritakan berbagai Media lokal yang ada di Tasikmalaya .
Seperti pada Hari Juma,at (20-09-2013) kunjungan mengagetkan itu , di lakukannya Ke wilayah Perkampungan yang terpencil di Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu tepatnya Kampung Cisurade.
Kampung Cisurade tersebut terletak di Ujung perbatasan dengan Kabupaten Garut wilayah Kecamatan Cilawu , Daerah Pedesaan tersebut sangat terpencil dengan Hapitan Sungai yang membentang di Kawasan kampung itu dan tebing-tebing di sebelah selatannya menggambarkan suasana yang mengkhatirkan bagi yang baru mengunjungi tempat itu terutama Infrastruktur jalannya.
Kampung itu di Huni 45 Rumah (Kepala Keluarga) dan merupakan sebuah Kampung yang Potensial guna mengembangkan berbagai Program Pertanian.
 
Warga Kampung "bau lisung" itu sempat terperangah ketika Bupati Tasikmalaya beserta rombongan Datang tanpa di Undang tersebut.
Yang pasti Kunjungan Bupati Tasikmalaya ke salah satu Wilayah Kampung terpencil itu merupakan salah satu Kunjungan Dinasnya , ketika di tanyai Media Bupati menyatakan " Sengaja kami datang ke kampung ini agar suasananya tidak merepotkan Pihak manapun , pihak Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan Salawu,tujuan kunjungan kami beserta Rombongan tiada lain kami akan mengecek keberadaan Jalan Kampung dan Saluran Irigasi yang mudah-mudahan ada dananya untuk mengatasi keadaan di Kampung ini" Jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut Bupati menyempatkan Berzamaah Shalat Jum,at di Mesjid Kecil Nurul Ichsan dengan Warga Kampung setempat,dan sempat menyampaikan Tausyiah sebelum Shalat Jum,at di Mulai , Camat Salawu H.Asep-pun yang tergopoh-gopoh datang sempat menyampaikan Kata terima Kasihnya atas Kunjungan Bupati tersebut, begitupun Kepala Desa Tenjowaringin Abdul Qodir menyampaikan Rasa Harunya atas kedatangan Bupati Tasikmalaya ke Kampung itu.
Erwan Ernawan salah seorang tokoh Pemuda Anshor Desa Tenjowaringin sempat mengomentari kedatangan Bupati Tasikmalaya ke Wilayah Desanya " saya sebagai Warga masyarakat mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada beliau , atas kunjungan ini, namun kami-pun berharap semoga Pak Haji Uu Ruzhanul Ullum (Bupati-Red) melihat, mendengar keluh kesah warga masyarakat , dan meskipun warga masyarakat tidak pernah tanya jawab , mudah-mudahan pak bupati mengetahui dengan secepatnya membantu Kampung ini menata Jalannya yang jelek ini , dan memperbaharui Bangunan Mesjid Nurul Ihsan ini " Ucapnya.
Dengan berbagai harapan yang ada Warga Kampung merasa gembira karena Bupatinya sendiri Datang walau tanpa di undang.(Rizal)

         

Rabu, 18 September 2013

JALAN RAYA PADAKEMBANG HANCUR WARGA DIAM PEMERINTAH "BUTA DAN TULI"

Photo: Poster Penolakan Warga Masyarakat Cisayong terhadap Truck pengangkut Pasir Galunggung .(Doc:SMJ)
Photo: Bukti bila Hujan Mengguyur Daerah Kecamatan Padakembang "maka jalan berubah jadi lautan lumpur".(Doc:SMJ)
Photo: Ratusan Truck Pengangkut Pasir tiap Hari melewati Jalan itu dengan Tonase di Atas rata-rata.(Doc:SMJ)
Padakembang,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ,
Jalan yang membentang dari Wilayah Cipasung (Singaparna) sampai Wilayah Kecamatan Cisayong yang terkenal dengan Jalan Cising , kini bagai "Lautan Lumpur" bila Hujan mengguyur di Wilayah Jalan Raya Kecamatan Padakembang,yang jadi penyebabnya tidak lain adalah Pengangkutan Pasir Galunggung yang taip harinya terus "Menggerus" melewati Jalur jalan yang di Maksud.
Telah Ratusan "Tulisan" Media dari berbagai Media cetak,Online, dan Penayangan di berbagai Media Elektronik (TV Swasta Lokal,Nasional) dan berbagai Upaya penyampaian Kritik,saran dari berbagai lapisan Msyarakat untuk pemerintah Pusat dan Daerah , namun Hasilnya "Nihil" dan sikap Pemerintah Pemkab Tasikmalaya pada Khususnya seakan "Tidak Melihat dan tidak mendengar" Keluh -Kesah Warga Msyarakat , sepanjang jalan itu.
Salah seorang pemilik Warung Kopi di pinggir Jalan Raya Padakembang-Singaparna Atik mengumpat "Ah,,saya telah Bosan mendengar keluh kesah Warga daerah ini tentang Jalan yang semakin hancur , coba saja bayangkan , bila Hujan tanggung mengguyur Daerah sini maka jalan raya ini akan berubah jadi "Leutak" (Lumpur Pasir) dan jangan harap bawa kendaraan ke Daerah ini bisa bersih pasti kendaraan Roda empat dan Roda Dua bila hujan mengguyur Daearah sini kendaraan pada Kotor dan berdebu" Ucapnya.
Sebagai tukang Warung Kopi yang selalu "Stan By" di Tempatnya Atik-pun sering melihat kejadian Kecelakaan para pengguna jalan Padakembang "Bosan lihat yang celaka terjerembab mah,,kadang ada yang tabrakan di karenakan Pijakan Jalan kalau panas jadi licin karena Pasir kering bisa menyebabkan Rem Kendaraan jadi tidak berfungsi secara baik "lanjutnya.
Truck-pengangkut pasir yang melebihi Tonase yang di haruskan terus menggerus , jalan dan tidak bisa di hentikan .
Para Kepala Desa di Kecamatan Padakembang semkpat menyiapkan "Nota Protess" ke Pihak Pengusaha Pasir Galunggung , namun sia-sialah "Para Kuwu" nyerah setelah mendengar penjelasan (Alasan Pemkab dan Dinas Intansi terkait) tentang jalan itu.
Bila di lihat secara cermat , alangkah susahnya menghentikan Aktifitas Truck Pengangkut Pasir Galunggung yang telah Puluhan Tahun "Menggali' Pasir Berkah Tuhan itu dari Mulai meletusnya Gunung Galunggung (1982-Sampai Sekarang).

MUNCUL GERAKAN ANTI PENGANGKUTAN PASIR .

Protes-pun terus berlanjut, setelah pada Awal Tahun 2013 ini Warga sempat berdemo "Besar-besaran" ke gedung Setda (Pemkab setempat), namun kentaaannya Pemerintah "Membuta-Tulikan" Pandangan dan Hatinya , dan tidak serta merta secepatnya "Bertindak" lebih jauh.
Salah Seorang Warga yang Namanya tidak mau di Tulis berkomentar" Mungkin Konlomerat Pasir Galunggung banyak ngasih "Duit" kepada Penguasa Pemkab Tasikmalaya " Celotehnya.
Waktu berlanjut , dan keinginan Warga tidak di Kabulkan oleh Pemkab Tasikmalaya untuk menutup Galian Pasir Galunggung.
Kini muncul lagi Protes Warga Kecamatan Cisayong (jalur yang sama) dengan memasang Spanduk Besar di perempatan Perbatasan Cisayong-Cibodas dengan Tulisan yang terlihat jelas menggunakan Pylok (Cat Semprot) Warna Merah dengan tulisan "Bak Pendemo" Warga Cisayong Tolak pengangkut Pasir " Tulisan itu sempat ja terlihat beberapa pengendara yang melintas Daerah tersebut.(Rizal)
         

KETUA APDESI PAGERAGEUNG:"DUALISME PENDAPAT TENTANG REFERENDUM TASIK UTARA"

Photo:Ketua Apdesi Kecamatan Pagerageung Apar Suparman.(Doc:SMJ)
Pagerageung,Kabupaten Tasikmalaya: SMJ ,
Issue tentang "Referendum Tasik Utara" yang terdengar santer di Kalangan Warga sekitar daerah yang di Klaim akan memisahkan Diri dari Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, kini semakin memudar , dan hal tersebut sempat di tepis oleh beberapa Orang Kepala Desa di Wilayah tersebut.
Seperti terdengar kabar pada Awal Tahun 2013 yang lalu Wilayah itu akan "Mencoba" menjajagi pengajuan "Pemisahan Diri dari Kabupaten Induknya di Singaparna", namun hal tersebut sempat jadi Dualisme Pendapat (Pro-Kontra) di antara Para Kepala Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Ciawi dan Kecamatan Pagerageung , salah seorang Kepengurusan Apdesi (Asosiasi Para Kepala Desa) Pagerageung yang tidak ingin Namanya di tulis menyampaikan pendapatnya " Mungkin hal ini mengemuka tentang sikap Para pengusung Referendum tersebut, karena melihat ketidak berdayaan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tentang Realisasi Dana-dana Bantuan yang di terima oleh Pemerintahan Desa di Wilayah Tasik Utara ini, menurut hemat kami , pemisahan diri (Pemerintahan) dari Kabupaten Induk itu mungkin untuk saat ini belum tepat, dan masih memerlukan Waktu , karena berbagai Alasan seperti belum tersedianya Gedung-Gedung pelayanan yang lebih resperentatif guna menunjang pelayanan Publik seperti Gedung Rumah Sakit dan lain-lainnya , dan kami-pun kadang-kadang berfikir tentang hal tersebut, dan kami sebagai Kepala Desa di Wilayah Tasik Utara bukan tidak setuju tapi kita mesti "Ngukur ka Kujur",!!,Ucapnya.
Pemaparan yang luas tentang hal tersebut perlu di sadari oleh berbagai pihak yang berkepentingan , pada kenyataannya Pembentukan Tasik Utara itu perlu di cermati lebih jauh lagi , karena bila hal tersebut cuma jadi hiasan "Politik semata" dan bisa membingungkan Warga Masyarakat.
Salah seorang pemerhati Tentang Referendum Tasik Utara Daudi menyatakan " Tasik utara yang di maksud adalah sebuah Wilayah besar dan menjanjikan, dengan berbagai Kriteria kekayaan yang di miliki oleh Daerah Tasik Utara , seperti Pengembangan berbagai Sector (Pertanian,perdagangan, Pariwisata,Dll-Red) memang Tasik Utara telah punya , tapi kesanggupan tersebut harus di lihat lebih cermat lagi , dan saya sebagai Pribadi berfikir logis saja, kalau seandainya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memaximalkan Berbagai Program Usungan plus Dananya yang tersedia untuk Tasik Utara khususnya maka Referendum itu , hanya akan jadi Isapan Jempol belaka " Ujarnya.
Pantau-an Media di lapangan , untuk berbagai Program yang belum tersentuh dari berbagai Bidang maka seharusnya Pemerintah Tasikmalaya memperhatikan "Keluh Kesah" Warga Tasik Utara terutama Infrastruktur Jalan yang masih memerlukan berbagai bantuan , terlihat (Ter-Pantau) Infrastruktur Jalan Pedesaan di Wilayah tersebut perlu perbaikan , dan salah sebuah Wilayah Pertabatasan di
Ujung Utara Kecamatan Pagerageung (Misalnya)tepatnya di wilayah Desa Guranteng ada Jalan Kampung yang belum sama sekali di bantu dari Dana apapun dari Pemerintah , khususnya pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.(Rizal)