Minggu, 07 Desember 2014

"SETUJU ATAS PENGHANCURAN PERAHU-PERAHU ASING PENCURI IKAN?"


Suara Metro Jabar; (07/12/2014)
Perjalanan penulis ke tempat Pantai Pangandaran Jawa Barat  yang lumayan “melelahkan”  itu terobati sudah ketika berhasil “mengintip” salah satu kegiatan penting Warga Nelayan di sana , penulis yang (memang) Awam tentang kegiatan sehari-hari warga nelayan di Pantai indah  Pangandaran yang kini telah depenitif “Memisahan” diri dari Kabupaten Induknya (Kabupaten Ciamis) tersebut sangat kental dengan kehidupan Warga Nelayannya  di sana.
Salah satu yang terintip dari kegiatan sehari-harinya para “Istri-istri” nelayan itu adalah sosok  sekelompok Wanita yang biasa mencari ikan dengan memasang jaring “Sered”*Bhs Sunda yang artinya Tarik/Menarik sebuah barang  (Atau Bernama lain dari  istilah para Warga Nelayan di Sana-Pen) .
Kegiatan sehari-hari para Wanita pemberani itu penulis namakan Sered Jaring karena Komunikasi sempat terbatas dengan para Wanita Pemberani tersebut.
Sered Jaring itu dilakukan sekelompok kecil Wanita-wanita nelayan di sana  (Mungkin Istri-istri para Nelayan yang suaminya tengah berada di tengah Samudra Indonesia sedang melakukan Aktifitasnya-Pen) dengan personil anggota kelompok sekitar 5 Orang wanita warga asli Pangandaran yang memasang jaring itu di tengah-tengah laut pantai tersebut ketika orang lain tengah tidur terlelap di Pagi Buta sekitaran jam 03;00 (Pagi)  Wib  ,
 Lalu ketika sang fajar telah nongol para wanita itu menarik jaring dengan cara-cara sederhana namun unik bila di amati , kerjasama itu dibangun dengan sangat apik dan teratur sesuai Ritme deburan Ombak pantai indah pangandaran.



Hasil pendapatan dari sered jaring itu , ketika peminat (Up to Date) membeli ikan segar yang ada di jaring tersebut sesuai kebutuhan pembeli ,
Dan transaksi yang up to date itu terjadi di sana karena kelompok wanita itupun telah membawa (alat)  timbangan gantung ukuran kecil ke arena pekerjaannya/kegiatannya tersebut  , Dan ukuran jumlah  harga Pasaran Ikan Laut  Segar perkilonya telah sama-sama di pahami oleh pembeli yang menetapkan harga up to date pula langsung di tempat ,
“Rp.35.000, sekilonya ya,,!” Ucap ketua Kelompok Sered Jaring itu ketika seorang bapak-bapak warga setempat membeli ikan laut yang segar itu pagi tadi.
Kesepakatan harga di setujui sudah , dan penulispun langsung mengambil kesimpulan hebat atas  (Kejadian tersebut) pra-kondisi  dari kondisi transaksi tersebut.
“Kita nanti bagi hasil (Persentase uang hasil Jual Beli-Pen) setelah kita lelah bekerja (Sore nanti)  dan kegiatan ini kita teruskan lagi esok hari,!” Ucapan itu terlontar dari Tetua di Kelompok tersebut ketika di Tanya bagaimana nanti tata cara pembagian uang hasil dari pendapatan ( keuntungan)  dari jual beli unik tersebut?.
Bila kita telisik lebih lanjut lagi , mereka para pencari ikan dengan cara itu hanya ada beberapa kelompok saja di pantai pangandaran , namun yang lebih menariknya lagi tentang kegiatan salah satu element penting warga Pantai Pangandaran itu  dari tata caranya yang unik atas sikapnya  “Mempertahankan” hidup Warga Nelayan dari sekelompok (Kecil) perempuan-perempuan  di sana , mereka wanita-wanita pekerja yang gigih itu  berbuat sesuatu untuk tetap hidup dan mengusahan hidupnya ,
 Dan penulis sempat berfikir bahwa “Betul” sekali ucapan Bu Mentri Tuti Pudjiastuti (Mentri Kelautan Dan Perikanan Kabinet Presiden Joko Widodo)  yang terkenal  (Warga Asli Pangandaran) tersebut yang  pernah berkata bahwa
“Nelayan kita mesti Kaya Raya , karena hasil laut kita itu ternyata telah di rampok oleh penjahat-penjahat ikan dari wilayah Negara lain di tengah samudra Indonesia sana dengan melakukan illegal fhising ,,!”(@;Sumber)  dan penulispun mencoba   menyikapi  tindakan yang telah  terjadi/dilakukan atas  “ penghancuran”  Kapal-kapal Asing itu telah “Benar & Tepat” di lakukan  oleh Pemerintahan Republik Indonesia.
Bila kita ulas sedikit saja kata-kata pepatah yang “Sedikit Nyelekit” di hati kita itu adalah sebuah  ungkapan  “ Manusia Indonesia itu kelaparan  di Atas  Gundukan Padi”.
Kesimpulan Awal;
Wanita-wanita pelaku “Sered Jaring” itu mungkin berharap banyak atas kegiatan usahanya tersebut , bangun tengah malam lalu memasang jaring di tengah lautan dengan penataan waktu yang mengerikan “Tengah malam” dengan cara kerjasama ,
 Setelah menunggu sekitaran 3 jam mereka tertatih-tatih menarik jaring sered itu ketepian pantai dan berhasil dapat ikan walau dengan jumlah yang biasa (tidak terlalu banyak),
Setelah itu terjadi transaksi jual beli di sana dengan cara Up to date dengan pembeli yang berminat atas tangkapan di jaring sered  tersebut ,
 Mungkin kegiatan itu  hanya dua kali dalam sehari antara pagi buta dan siang hari untuk tarikan/ditarik  (Sered) yang ke dua kalinya (sesi ke dua)
Dan Uang Rupiah itupun hasil dari menjual ikan laut yang bergizi dan kelihatan “akan” lezat bila dibakar tersebut di bagi hasilnya “Kadang kita semua kebagian Rp.70.000,- perorangnya , namun hidup di Pantai Pangandaran itu berat di ongkos hidup  lho,,” Ucapan itu jujur di lontarkan Wanita-wanita pemberani tersebut kepada penulis yang nyeleneh terus bertanya (Saking tidak tahunya alias Awam tentang kegiatan Wanita-wanita hebat tersebut).
Mereka mungkin tidak tahu “di sejauh mata memandang”  di  tengah Samudra Indonesia (di sana)  itu tengah terjadi penangkapan Ikan Besar-besaran oleh Kapal-kapal Asing Negara-negara  (yang ngaku tetangga) dengan posisinya sebagai pencuri ikan illegal.
Dan mereka (para wanita pemberani) itu tidak tahu bahwa haq-nya sebagai Warga Negara Indonesia yang berhaq atas hasil Air ,Laut  dan Tanah Bunda Pertiwinya telah di rampas secara tak lazim (alias di curi oleh orang lain) ,
Lalu para wanita-wanita pemberani itupun Pulang ke Rumahnya masing-masing setelah membelikan uang hasil jerih payahnya tersebut ke Sembako (Sembilan Bahan Pokok) beras 1 Kg,lauk pauk sayuran dan macam-macam kebutuhan sehari-harinya.
Sedangkan di tengah-tengah Samudra Indonesia (di sana)  di beberpa Mill  jarak dari Pantai Pangandaran itu telah terjadi transaksi uang  ratusan juta rupiah (bila di ukur dengan nilai tukar uang Indonesia) perharinya.
Kesimpulan Akhir;
Penulis yang ini (aku)  mungkin akan bilang secara langsung “sangat mendukung sekali peledakan kapal-kapal ikan asing itu , karena kesimpulan itu tidak atas berdasarkan emosi sesaat saja (barangkali) dan penulis akan bilang kepada para pencuri ikan  laut Indonesia ;
 “Hai,,,! Enak aja kau curi Ikan-ikan itu di lautan kami , kau yang nikmati Ratusan Juta Rupiah perharinya  di sana ,  karena kalian pakai alat-alat modern guna  cara maling ikan-ikan laut  milik  kami  disini,,!! (di Pangandaran)  Wanita-wanita Indonesia itu hanya dapat puluhan ribu saja atas  usaha yang dilakukannya , dan dari  tangkapan ikan laut miliknya (Milik Negaranya)   itu hanya  cukup    untuk membeli sembako untuk hidupnya  sehari-hari,,,!”.
Sumber;Kompasiana & My Zone.
KARYA;
Asep Rizal.

                     

Rabu, 05 November 2014

PRESTASI BAGUS UNTUK PEMBANGUNAN DINAS PERTANIAN DAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA

Photo; Gedung Baru Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kab;Tasikmalaya dalam tahap Pembangunan (docpri)
“Kita sangat gembira sekali , karena Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya itu akan punya gedung baru , karena jarak Kantor Dinas yang sekarang masih menempati Gedung Ex-DPRD Kabupaten Tasikmalaya di Wilayah Kota Tasikmalaya sangat jauh keberadaannya dari kantor kita ,!’ Ucapan itu di lontarkan oleh salah seorang Ketua Kelompok Tani Kecamatan Mangunreja ketika penulis mencoba meminta komentarnya dari upaya Pemrintah Provinsi Jawa Barat membangun gedung baru bagi gedung  Dinas tersebut.

Hal senada juga terlontar dari Wawancara pihak Media dengan Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan H.Hendrik “ Ya,,kita tunggu kepindahan kantor ini ke Lokasi Proyek Pemda Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna sana, mudah-mudahan setelah kepindahan nantinya akan lebih maju lagi berbagai program usungan Dinas Pertanian ini “ Jelasnya.
Photo; Pelaksana Proyek Anang saputra (docpri)
Seiring waktu berjalan , pembangunan gedung Dinas  yang di genjot dengan jatah waktu yang di tentukan 200 Hari Kalender Kerja itu kini telah memasuki tahapan Akhir dari pengerjaan , ini merupakan prestasi tersendiri bagi sebuah Rancang bangun sebuah Mega Proyek sebetulnya , seperti wawancara team Media dengan Shet Manager PT SUBUR JAYA MUKTI Anang Saputra menyatakan bahwa “ pengerjaan Mega Proyek ini merupakan proyek terbaik dalam hal hitungan waktu pengerjaan , karena dari tujuh paket pengerjaan gedung baru Proyek yang di kerjakan pihak kami adalah merupakan Proyek yang kini hampir rampung pengerjannya ,!” Ucap Anang ketika bincang-bincang dengan penulis di Lokasi Proyek.
“Seratus Orang pekerja siap pakai di libatkan dalam pengerjaan proyek ini , untuk lebih memantapkan pekerjaan maka kami libatkan para pekerja dari tenaga local sebanyak 60%-nya dan 40 % adalah para pekerja ahli yang di rekrut oleh kami plus tukang – tukang bangunan yang jago-jago lho,,!” lanjut dia.
 Dana Proyek APBD Provinsi Jawa Barat untuk pengerjaan Gedung Baru Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan itu sebesar RP.7.703.609.000,- dengan Nomor Kontrak (SPK Kontrak) 641,6/140/SPK-KONTRAK/Pem-Distan/DISTARKIM/2014 dengan tanggal Kontrak 30 Mei 2014 , data tersebut di dapat  penulis dari papan transparansi Proyek yang terpampang di Kantor Direksi PT Subur Jaya Mukti di dekat Lokasi Proyek pengerjaan.
“Untuk pengerjaan dan suksesnya Proyek ini pak H. Yanto (Pemilik PT Subur Jaya Mukti-Pen) telah mempercayakan pada kami , doakanlah semoga pembangunan ini lancar adanya , tidak ada aral melintang dalam menuntaskan proyek ini ,!” Pungkas Anang dengan nada ceria.(Iwan.K)    

GEDUNG DINSOSNAKERTRANS PEMKAB TASIKMALAYA SEDANG DALAM TAHAP PEMBANGUNAN

Photo; Gedung Dinsosnakertrans Pemkab Tasikmalaya sedang dalam tahap pembangunan (Doc/pri)
“Pembangunan Gedung Dinsosnakertrans Pemkab Tasikmalaya yang baru , kini terus di genjot  sesuai dengan ketentuan yang telah di Tentukan, bangunan yang di Biayai langsung dari Dana APBD Provinsi Jawa Barat tersebut harus selesai dengan jadwal yang telah di tetapkan yaitu 200 Hari Kalender Kerja,!” Hal tersebut dinyatakan Aris Pelaksana Proyek tersebut ketika Bincang-bincang dengan penulis pada hari  yang lalu.
Seperti semua Warga Kabupaten Tasikmalaya ketahui bahwa gedung-gedung Dinas (Leading Sector) Pemkab Tasikmalaya masih menyisakan gedung-gedung yang belum di pindahkan dari Wilayah Pemerintahan Kota Tasikmalaya , salah satunya adalah gedung Dinsosnakertrans yang kini masih berkantor di Ex-Gedung Pemda lama yang ada di Jalan Pemuda Wilayah Kota Tasikmalaya.
Ketika penulis sempat bincang-bincang dengan beberapa Karyawan Dinas Sosial  Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Pemkab Tasikmalaya mereka hampir serempak berkata bahwa “Mereka itu telah jenuh dengan keberadaan kantor yang kini mereka diami “ kejenuhan itu mendasar sekali karena mungkin Gedung Dinas tersebut adalah sebuah gedung sementara yang dulunya adalah Ex-Gedung Pemda Lama yang keberadaannya telah tidak resprentatif dengan lagi dengan “Gaya” semangat baru kerja mereka.
Kepala Dinas Dinsostnaketrans Kab;Tasikmalaya H.Zain pun berkata hal yang sama ketika penulis mencoba bertanya kepadanya tentang suasana jenuh yang di alami oleh para Karyawan Dinsosnakertrans tersebut, “ Ya,,,kita tunggu saja pengerjaan Gedung Baru punya kita yah,,semoga suasana lain di gedung baru nantinya , dengan semangat baru pula dan mudah-mudahan  akan semakin memajukan Kabupaten Tasikmalaya ke depannya,!” Ucapnya dengan nada yang ceria.
Seperti pantauan Team Media kami , Pembangunan gedung baru Dinas  tersebut di lakukan di dalam Kompleks Pemda Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna , pembangunan yang telah berjalan hampir 75% mendekati Phinishing pengerjaan telah terlihat nyata , dengan mengerahkan tenaga kerja sebanyak 85 Orang itu di kerjakan Oleh PT PURNA GRAHA ABADI dengan merealisaikan dana Sebesar Rp.9.100.288.000,00 .

Ketika penulis sempat mempertanyakan keberadaan pemilik PT PURNA GRAHA ABADI pelaksana Proyek menerangkan bahwa “H.Endang –nya sedang tidak ada di tempat dia telah menugaskan saya untuk terus mengawasi jalannya pengerjaan Proyek Besar ini ,!” Ujar Aris menuntaskan bincang-bincangnya dengan penulis. (Iwan.K)     

Jumat, 13 Juni 2014

GAUNG PIALA DUNIA 2014 DI INDONESIA TER-REDAM PILPRES

Singaparna,Kabupaten Tasikmalaya:
Piala dunia yang telah memasuki hari keduanya , kini mendominasi berbagai media (cetak,elektronik , online , majalah , stensilan dan lainnya) , berbagai media menyajikan berbagai karakter publikasi , hal tersebut kentara sekali .
Gaung piala dunia khususnya di Indonesia kini "ter-redam" oleh gejolak politik capres-cawapres , hal tersebut di benarkan oleh seorang warga singaparna , yang kini menjabat sebagai ketua Rt.01 kampung bojongkoneng Iing Solihin 58 berpendapat " gemanya piala dunia mungkin pifti - pifti dengan gaung piala dunia , khusus untuk warga singaparna ibu kota kabupaten tasikmalaya" celotehnya.
Demam piala dunia kini belum begitu terasa , karena tahapannya baru di babak penyisihan , namun pembukaan piala dunia yang baru di buka semalam 12-06-2014 sempat ada "efek"-nya , pegawai pemda tasikmalaya tidak biasanya kesiangan , mungkin karena semalam penasaran "mereka melihat , atau nobar pembukaan piala dunia , dan langsung menonton laga perdana kesebelasan Brazil VS Kroasia yang di menangkan kesebalasan tuan rumah brazil dengan skor telak 3-1 .
Salah seorang anggota satpol PP Pemkab Tasikmalaya mengomentari hal tersebut " seharusnya jangan di pakai alasan telat datang ke kantor , apalagi untuk pegawai pemda , karena warga masyarakat yang ingin di layani berbagai kebutuhannya akan terbengkalai " ucap seseorang anggota satpol PP yang tidak ingin namanya di sebut itu.
Di lain tempat , warga cimande desa janggala kecamatan cidolog sempat meng-SMS kepada penulis bahwa dirinya tidak bisa datang ke sebuah acara undangan perkawinan karena "semalam begadang sampai pagi" guna melihat pertandingan perdana pembukaan piala dunia 2014 .
Gaung piala dunia , di prediksi akan semakin kentara "mengganggu" aktifitas ketika memasuki babak semi final ,begitulah prediksi para "Demam" piala dunia menyebutnya.

Rizal. 

Senin, 17 Maret 2014

DESA HEGARMANAH KECAMATAN CIDOLOG BERHARAP CALEG TERPILIH NANTI TIDAK BOHONG DENGAN JANJINYA

Photo: Kepala Desa Hegarmanah (Pakai Peci Baju Coklat) ketika menghadiri sebuah Acara.(Doc:AMR)
Hegarmanah,Cidolog Ciamis:
Perjuangan untuk menuju Desa yang mandiri dan dikatagorikan maju, bukan merupakan hal yang mudah " Kepala Desa Hegarmanah Hoeruman bertutur kepada penulis dalam siation bincang-bincangnya dalam sebuah acara kebersamaan yang diadakan Pemerintah Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis baru-baru ini.
Hal itu sangat mendasar sekali , sebuah wujud kemajuan yang di idam-idamkan oleh warga masyarakatnya yang 89% adalah Petani dan buruh tani Hoeruman sempat berfikir putar otak "mengupayakan" berbagai kegiatan di Kantor Desanya yang hanya beberapa ruangan dengan pasilitas seadanya dengan gaya bangunan yang sangat sederhana.
Desa Hegarmanah adalah sebuah Desa yang terletak di wilayah Barat Kecamatan Cidolog yang terdiri dari enam Desa yang ada di Wilayah Kecamatan tersebut.
Dalam menyikapi Pilihan Calon Anggota Legislatif mendatang (Tanggal 9-April-2014) Desa tersebut sempat jadi julukan Leadership Partai-partai peserta Pemilu dari 12 Partai yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis , sebagai wujud Desa yang mengutamakan Demokrasi Pancasila dengan nuansa Reformasi maka jajaran Pemerintahan Desa itu , sebagai pembibing para Caleg yang akan manggung di Arena pencalegan pemilu saat ini.
Hoeruman sebagai yang di tuakan di Desa itu sempat melontarkan pernyataannya " kami sangat antusias dengan Panggung Demokrasi ini, dan kami sebagai jajaran birokrasi terbawah hanya sebagai pembimbing para caleg dari berbagai partai yang jadi peserta Pemilu mendatang, dengan catatan jangan hanya janji kami perlu bukti, dengan mengedepankan system yang ada maka kami harap nantinya para Caleg terpilih jangan hanya mengontrol suara partainya saja , seharusnya ada bukti bilamana mereka itu duduk sebagai Wakil Rakyat di DPRD II Kabupaten Ciamis " Ujarnya lugas.
Hoeruman juga sempat memperbincangkan tentang daerahnya yang kaya akan budaya , " Kami punya potensi yang kini belum tergali yakni Wisata Budaya , dengan beragam budaya pasundan maka Desa Hegarmanah kami harapkan sebagai komando seni sunda, dan untuk cita-cita itu kami membutuhkan bantuan pemerintah Pusat dan Daerah untuk mewujudkan cita-cita kami sebagai bagian dari Pemerintahan terbawah di Negara Indonesia" ungkanya.
Dengan segala keterbatasan Pemerintahan Desanya , kini Kuwu Hoeruman-pun mengupayakan Bangunan aula Kantor Desa dengan rencana yang permanent dan megah , darisanalah Hoeruman berfikir logis tentang daya upayanya.
Kami sangat berharap bantuan secepatnya setelah Pileg berlalu, dan mudah-mudahan janji para Caleg yang terpilih natinya tidak bohong,,,!!" pungkasnya.

Minggu, 03 November 2013

IMKASA (IKATAN MASYARAKAT KORBAN AJARAN SESAT AHMADIYYAH ) PERTANYAKAN DANA 1 MILYAR 200 JUTA

Logo Kementrian Agama Negara Republik Indonesia (Sumber:Nett)
Kabupaten Tasikmalaya:SMJ,
  IMKASA (Ikatan Masyarakat Korban Ajaran Sesat Ahmadiyyah) adalah Salah satu Ormas yang di bentuk Pasca "Kerusuhan" yang di lakukan oleh salahsatu Ormas mengatas Namakan Agama yang terjadi di Desa Tenjowaringin yang menyerang Warga Jemaat Ahmadiyyah Desa tersebut , pada Awal Tahun 2013 yang lalu.
SMJ sempat mewawancarai Ketua Harian IMKASA Atang (48) , dalam seasiaon Wawancara sederhana ia Menyatakan " Dalam menyikapi SKB Tiga Mentri yang intinya melarang Ajaran Ahmadiyyah untuk mengembangkan Dakwah Versi mereka yang mengatasnamakan Islam maka kami Segenap Korban Ajaran Sesat Ahmadi mempunyai Wadah jelas dan pada Bulan Oktober yang lalu mendapatkan Bantuan dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) melalui Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dana sebesar 1 Milyard 200 Juta" Ucapnya.
Namun setelah dana itu di terima para Pengurus IMKASA Kabupaten setempat merasa kecewa karena untuk Organisasi itu hanya di menerima Rp.50 Juta , selidik punya selidik ternyata mekanisme penyaluran itu di Prioritaskan untuk berbagai Bantuan yang akan tetap di salurkan sebanyak uang yang di maksud.
SMJ sempat mendatangi salah satu Pejabat Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya Daniel pejabat yang membidangi Anggaran Bantuan itu dan memperoleh keterangan " Untuk IMKASA Sudah di cairkan sebanyak Rp.50,Juta dan untuk  MUI (Majlis Ulama Indonesia) Cabang Kabupaten Tasikmalaya Rp.45,Juta dan sisanya menunggu selesainya Perifikasi Pusat tentang Profosal pengajuan yang diantaranya bantuan langsung untuk beberapa Kelompok di Desa Tenjowaringin dan Desa Kutawaringin Kecamatan Salawu " Jelasnya.
Ormas IMKASA-pun sempat terheran-heran dan Mengklaim bahwa Dana yang jumlahnya cukup besar itu seharusnya cair ke Rekening Ketua IMKASA karena menurut Ketua IMKASA Atang , "Ormas kamilah pengusungnya, dan tata cara penyalurannya telah kami susun tapi kenapa koq sekarang hanya jadi pertanyaan yang tak ada jawaban memuaskan " Ucapnya.
Sebagai bagian Wilayah Pelaksana ke Wilayahan,Media-pun sempat mendatangi Kepala KUA Kecamatan Salawu Ana.Suryana dan memperoleh " Mungkin ini hanya Miss Komunikasi saja, dan para Anggota Ormas belum memahami sepenuhnya tentang Tata cara aturan Administrasi Negara tentang Permendagri Nomor 32, dan kami sebagai Ketua KUA Kecamatan Salawu-pun berkewajiban ikut andil dalam merelaisaikan Dana yang di terima terutama bantuan untuk Warga Masyarakat Organ dari Ormas IMKASA itu, dengan membantu peng-Administrasian yang betul-betul sesuai dengan Aturan Dasar Administrasi Negara" Jelasnya.
Kepala KUA Kecamatan Salawu juga mengemukakan tentang Kelompok-Kelompok yang di bentuk di Dua Desa "Untuk Kelompok IMKASA Warga Desa Kutawaringin ada 6 Kelompok dan Untuk Kelompok Desa Tenjowaringin ada 8 Kelompok dan Mudah-mudahan Dana itu cepat cair, hasil dari pengajuan Profosal yang kami bantu membuatkannya" Ucapnya.(Rizal)
 

ARENA BALAP "PANENJOAN BIKE" DESA TENJOWARINGIN BERKELAS NASIONAL

Photo: Wawan Beke'r Pemrakarsa "Arena Balap Sepeda" Panjoan Bike Desa Tenjowaringin"Doc:SMJ
Photo: Design apik salah satu Bagian Track Balap Sepeda Panenjoan Bike (Doc:SMJ)
Salawu,Kabupaten Tasikmalaya:SMJ,
Dalam mengelola Aset Tanah Desa (Carik) Desa Tenjowaringin perlu mendapat acungan jempol, dalam hal ini SMJ sempat mewawancarai Wawan Beke'r sebagai Pemrakarsa Panenjoan Bike , ia juga sebagai Ketua Karang Taruna Desa setempat"Desa Tenjowaringin ini mempunyai 10 Hektare tanah carik , yang hanya di manfaatkan oleh Sebagian Warga membangun tempat tinggal , dengan pengelolaan yang minim, dan hanya termanfaatkan sebagian , kami beserta Rekan-rekan di kepengurusan Karang Taruna Desa kami, punya Ideu yaitu membangun "Track Balap Sepeda" dengan pengelolaan yang rencananya telah disusun dengan baik, dan usaha kami kini terwujud jadi sebuah arena balap sepeda yang kami Proyeksikan untuk Event penting untuk Tingkat Regional maupun Nasional" Ucap Wawan dengan Nada penuh semangat.
Merealisaikan rencana sebuah Nama "Panenjoan Bike"-pun di rencanakan dengan matang , dan di serasikan dengan Program Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai Thema Program Gerbang Desa , yang salah satu Pointnya "Memanfaatkan Potensi yang ada di Desa-desa" , dalam hal inipun Wawan punya ideu cemerlang yaitu dengan menciptakan Pariwisata Baru Desa dengan Menjual keindahan Alam yang di miliki oleh Desa tersebut.
Dengan modal seadanya Wawan Beke'r menciptakan "Saung-saung " untuk para pengunjung yang akan menikmati balapan Sepeda di Panenjoan Bike tersebut, dengan Thema Pariwisata Keluarga .
"Kami terus akan mengembangkan Pariwisata di Tanah Carik Desa ini , karena setelah dibuka pada Akhir Bulan Oktober yang lalu , salah seorang Pengunjung dan Peserta Balapan sepeda yang berasal dari Negara Singapura sangat menikmati sekali Nuansa alam yang kami miliki ini" Ucapnya bangga.
Management yang di bangun Panenjoan Bike itupun telah memperkirakan hal-hal yang perlu di lakukan seperti Pertanggung jawaban penanganan Kecelakaan yang di perkirakan akan terjadi mengingat Medan balap sangatlah Menantang , "Kamipun memprediksi tentang bila para Peserta Balap mengalami kecelakaan dengan melibatkan tenaga Ahkli kesehatan yang telah kami Kontek dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya" Lanjutnya pula.
Yang lebih membanggakan dan patut di tiru oleh Desa-desa yang lainnya adalah Rencana yang "Telah di Buat ini" guna menciptakan PAD (Pendapatan Asli Daerah) guna memperkaya Aset Desa Tenjowaringin tersebut , Ketua Karangtaruna yang baru dilantik itupun melanjutkan wawancaranya " kami menciptakan Panenjoan Bike ini , yang paling utama menciptakan PAD Desa kami dan doakan kami , agar kami bisa mengelolanya dengan baik"Jelasnya.
Dalam pembukaan Arena balap Sepeda itupun telah dilakukan pada Akhir Bulan Oktober yang lalu dengan mendatangkan Club-club bersepada Kelas Regional dan Nasional dengan pembukaan yang Gebyar dan Antusias Massa Pengunjung dengan Jumlah yang mencengangkan, Dalam hal ini Kepala Desa Tenjowaringin Abdul Qodir menyampaikan komentarnya " Ribuan orang datang ke pembukaan Panenjoan Bike ini , dan ini bukti nyata kiprah mereka Management Arena Balap sepeda ini berhasil" Pungkasnya.(Rizal)